Berita Terpercaya Tajam Terkini

Mengenal Ardi Hermawan, Arek Suroboyo Alumnus Unair Yang Kini Jadi Dubes RI Untuk Bahrain

0

 

Ardi Hermawan bersama istri seusai dilantik sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Bahrain di Istana Jakarta, Minggu (25/11/2021). (foto: istimewa)

 

 

SURABAYA – Presiden Joko Widodo telah resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP RI) di Istana Negara pada Minggu (25/10/2021) lalu. Di antara 17 nama tersebut, ada Arek Suroboyo asli yaitu sosok Ardi Hermawan turut mengucap sumpah darmabakti kepada bangsa dan negara.

Ardi yang merupakan alumnus Hubungan Internasional Unair Surabaya ini berbagi kisah dan perjalanannya sejak berkuliah hingga menjadi Duta Besar RI untuk Bahrain. Ardi merupakan angkatan pertama prodi Hubungan Internasional di Unair Surabaya pada tahun 1982.

Kala itu, Ardi tidak pernah berpikir ia bisa berkuliah sebagai mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, apalagi di kampus besar sekelas Unair. Ternyata sebelumnya Ardi telah berkuliah sebagai mahasiswa Sosiologi di kampus yang sama. Hingga tahun 1982, kampusnya tersebut membuka prodi HI yang akhirnya membuat Ardi memutuskan pindah jurusan.

“Saya suka bahasa dan senang membaca. Dan saya merasa cocok di HI. Dulu saya sering baca-baca majalah berbahasa Perancis untuk tahu berita politik dunia luar sambil sekalian belajar bahasa Prancis juga,” ujar Ardi dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Senin (22/11/2021).

Menjadi mahasiswa HI, Ardi banyak mengikuti organisasi dan bahkan diamanahi jabatan Ketua Himpunan mahasiswa jurusannya. Selain kehidupan akademis dan organisasi, di FISIP Unair-lah Ardi bertemu dengan sang istri yang merupakan juga berkuliah di jurusan sosiologi.

Setelah lulus, Ardi berhasil diterima sebagai staf di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Keahliannya berbahasa Prancis yang diawali dari sebuah majalah berita membawa Ardi mendapat penempatan pertamanya di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris. Tahun 2009, karir Ardi kian menanjak dengan mengemban posisi Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Jepang.

Dari Tokyo, Ardi banyak berpetualang mulai dari menjadi Konsul Jenderal di San Fransisco hingga Direktur Pemasaran Pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Puncaknya pada Februari 2021, Ardi dicalonkan sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain.

“Saat itu prosesnya sangat panjang, banyak pertimbangan, dan jadi hak prerogatif Presiden untuk memilih berdasar usulan menteri. Sampai 25 Oktober kemarin kita baru dilantik,” ceritanya.

Melalui tugas barunya ini, Ardi berkomitmen untuk mempererat kerja sama dan hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Bahrain. Terlebih Bahrain memiliki ekosistem jasa keuangan dan ekonomi syariah yang menjanjikan. Ardi pun mendorong kolaborasi akademik turut berkembang antar dua negara. Ia mempersilahkan almamaternya, Unair maupun lembaga pendidikan lainnya untuk membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan di Bahrain.

Monggo kalau Unair atau perguruan tinggi lain di Indonesia mau kerja sama studi Middle East. Saya di sana bisa bantu. Ada banyak potensi kerja sama yang bagus di Bahrain,” ungkap Ardi.

Menurut Ardi, mahasiswa harus punya added value selain modal dan kapasitas di bidang yang dikuasai. Bagi Ardi membaca dan belajar, apapun itu, tidak akan sia-sia karena ilmu itu bisa jadi akan berguna kelak di masa depan.

“Saya dulu juga ikut banyak kegiatan banyak belajar bidang lain selain HI. Punya cita-cita juga. Akhirnya saya malah nggak mengira umur 45 bisa jadi wakil dubes Tokyo. Sampai sekarang dubes Bahrain,” pungkas Ardi.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.