Wednesday, April 17, 2024
HomePolitikaMantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Dari Unair

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Dari Unair

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri, depan) saat menerima sertifikat tanda gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Rektor Unair Surabaya, Prof Moh. Nasih, Selasa (23/11/2021). (foto: istimewa)

 

 

SURABAYA – Mantan Menteri Perhubungan dan juga mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universitas Airlangga (Unair). Pengukuhan berlangsung secara khidmat bertempat di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus C Unair, Surabaya, hari ini, Selasa (23/11/2021).

Menurut Rektor Unair Prof Moh. Nasih, pemberian gelar kehormatan kepada Jonan dinilai layak. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan berbagai macam prestasi yang telah diraih Jonan di tingkat nasional.

Jonan memang dikenal memiliki prestasi yang luar biasa, baik selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Menteri Perhubungan, hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan hingga sekarang dirinya menjabat sebagai komisaris utama sekaligus komisaris independen PT Anabatic Tbk.

“Sebenarnya, proses pertimbangan untuk memberikan gelar kehormatan berupa doktor honoris causa ini telah berlangsung sejak 4-5 tahun yang lalu. Awal pandemi sebenarnya mau dikukuhkan, tapi enggak jadi-jadi sampai sekarang,” terang Prof. Nasih kepada awak media yang hadir.

Oleh karena itu, lanjut Prof Nasih, Unair kemudian membentuk tim ad hoc, termasuk menunjuk promotor yang bisa membantu dalam hal penyusunan disertasi yang kemudian diuji kelayakannya.

Pemberian gelar kehormatan kepada Jonan yang merupakan alumnus Unair tersebut dinilai lebih mudah. Sebab, laki-laki kelahiran Singapura tahun 1963 itu merupakan salah satu anggota Majelis Wali Amanat (MWA) dan terkenal aktif di kalangan alumni.

“Kita tahu track record-nya sejak awal. Beliau lulus dengan IPK dan memiliki pekerjaan yang bagus, orangnya baik, guru-gurunya juga mengatakan demikian,” imbuh Prof. Nasih.

Di hadapan puluhan hadirin yang terdiri atas pejabat negara, rekan-rekan alumni, dan para mahasiswa FEB Unair, Jonan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran Kepemimpinan Transformasional Dalam Mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) Di BUMN”.

Selanjutnya, Jonan menyampaikan prestasinya selama bekerja di pemerintahan dan prinsip-prinsip mengenai kepemimpinan yang dianutnya. Beberapa prinsip tersebut seperti perlunya kerja keras, memperlakukan anak buah dengan manusiawi, dan melakukan transformasi tanpa mengeluh.

“Kemudian, ada tiga hal penting yang harus kita lakukan dalam pemerintahan, yakni ESG atau environmental, social, dan governance,” pesan Jonan mengakhiri orasinya.

(pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular