Monday, July 22, 2024
spot_img
HomePolitikaNasionalFadli Zon: Jika Ada Kekeliruan, Saya Minta Maaf

Fadli Zon: Jika Ada Kekeliruan, Saya Minta Maaf

Wakil Ketua DPR RI, fadli Zon. (Foto: Tempo)
Wakil Ketua DPR RI, fadli Zon. (Foto: Tempo)

JAKARTA – Sempat heboh mengenai permintaan khusus kepada Konjen RI (KJRI) di New York untuk penyediaan fasilitas negara kepada putri Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang bernama Shafa Sabila Fadli dan menghindari liarnya opini publik yang dapat terbentuk karenanya, akhirnya hari ini Fadli Zon memberikan klarifikasi kepada media terkait kegiatan sang putri di Negeri Paman Sam itu.

Fadli yang juga politikus Partai Gerindra itu menegaskan tidak ada permintaan penyediaan fasilitas negara, baik secara pribadi maupun institusi kepada pihak KJRI New York untuk putrinya selama kegiatannya di New York.

“Tidak ada instruksi atau arahan dari saya kepada Setjen DPR RI untuk membuat surat permohonan penyediaan fasilitas dan pendampingan terkait dengan kegiatan anak saya selama di New York. Sehingga, secara pribadi, saya juga tidak mengetahui pengiriman surat dari Setjen DPR RI ke KJRI New York,” ujar Fadli Zon dalam keterangan persnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (28/6/2016) siang.

Menurut penjelasan Fadli, dirinya hanya meminta kepada staf sekretariat untuk menyampaikan pemberitahuan kepada KJRI New York tentang kegiatan Shafa Sabila di New York dalam Stagedoor Manor Camp 2016 dari 12 Juni hingga 12 Juli 2016. Tujuan pemberitahuan itu sebagai upaya memenuhi himbauan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan lapor diri bagi WNI yang melakukan kunjungan ke luar negeri.

“Anak saya perempuan berusia 18 tahun melakukan perjalanan ke New York seorang diri. Ini adalah keempat kalinya ia ikut kegiatan tersebut sejak 2013. Sudah sepantasnya setiap warga negara Indonesia perlu melaporkan diri di kantor perwakilan pemerintah setempat atas nama keamanan dan lain-lain,” papar Fadli dengan nada serius.

Sementara itu, menanggapi pernyataan dari Bambang YP Siahaan sebagai Konsul Jenderal RI di New York yang menyatakan bahwa ada permintaan pendampingan bagi putrinya selama di New York, Fadli justru menyatakan tak pernah meminta permohonan tertulis maupun lisan terkait hal tersebut. Dalihnya, kegiatan Stagedoor Manor Camp berlangsung di tempat khusus di Loch Sheldrake sekitar 2 jam perjalanan memakai kendaraan bermotor dari New York City.

Loch Sheldrake sendiri menurut Fadli merupakan tempat terpencil di New York State dimana peserta harus tinggal dan menetap serta tak boleh didampingi sama sekali. Karenanya, permintaan fasilitas pendampingan akan menjadi sia-sia.

“Terkait penjemputan, ini ternyata inisiatif staf saya memastikan tak ada masalah imigrasi dan menjamin keselamatan anak saya dari bandara ke tempat tinggal di rumah kawan orang Indonesia. Tak ada fasilitas lain. Saya seharusnya mengantar anak saya tahun ini, namun karena padatnya kegiatan di DPR jadi tak memungkinkan,” kata Fadli.

Fadli menjelaskan, sebagaimana tercantum di dalam Tugas Pokok Organisasi Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, salah satunya adalah penyelenggaraan fungsi pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia. Atas dasar itu, permintaan inisiatif fari stafnya merupakan bagian dari hak untuk mendapatkan penyelenggaraan fungsi dari organisasi perwakilan RI di Luar Negeri.

“Tapi, Jika pun ada yang keliru dengan maksud saya, maka melalui rilis ini saya meminta maaf. Saya segera mengirimkan biaya pengganti transportasi dari bandara ke rumah kawan orang Indonesia kepada pihak KJRI New York melalui Kementerian Luar Negeri di Jakarta,” tegasnya.

Fadli Zon juga menjelaskan bahwa putrinya, Shafa Sabila Fadli di New York bukan dalam rangka liburan. Putrinya, menurut Fadli tengah mengikuti program Stagedoor Manor Camp 2016 yang berlokasi di Loch Sheldrake, New York. Stagedoor Manor Camp sendiri semacam sekolah singkat teater bagi para remaja berusia 10-18 tahun dan telah berlangsung selama kurang lebih 40 tahun.

“Banyak alumni dari program tersebut yang sudah menjadi artis-artis ternama seperti Natalie Portman, Mandy Moore, Sebastian Stan, Zach Braff, Ansel Elgort, Robert Downey Jr, Shawn Levy, dan masih banyak lagi. Pada program tahun ini, Shafa terlibat sebagai salah satu peran utama “Nine” Musical Play dan merupakan satu-satunya anak Indonesia yang ikut dalam kegiatan seni teater tersebut untuk tahun ini,” jelas Fadli.

Penyebaran Isi Faksimili Dinilai Politis

Sementara, terkait penyebarluasan surat faksimili yang juga memuat nomor handphone putrinya dinilai Fadli telah membuat putrinya terganggu karena harus menerima ratusan SMS.

Fadli sendiri berharap pihak KJRI atau KBRI Washington yang menyebarluaskan surat tersebut bisa menjelaskan alasannya. Ia juga meminta dalam kaitan kasus ini kepada pihak KBRI Washington untuk bisa membuka data dan informasi terkait siapa saja yang pernah dijemput atau difasilitasi menggunakan dana KBRI atau KJRI.

“Saya ingin memastikan bahwa penyebarluasan berita ini bukan dalam rangka diskriminasi karena saya termasuk politisi yang berada di luar pemerintahan,” pungkasnya.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular