AHY Tunjuk Hamdan Zoelva Jadi Kuasa Hukumnya, Yusril: Ini Jeruk Makan Jeruk!

0
Kuasa hukum empat anggota Partai Demokrat yang dipecat dan sedang mengajukan judicial review tentang AD/ART Partai ke Mahkamah Agung (MA), Yusril Ihza Mahendra. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Kuasa hukum dari 4 anggota Demokrat yang dipecat dan sedang memohon judicial review (JR) AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA), Yusril Ihza Mahendra berseloroh menanggapi penunjukan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menjadi pengacara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ini jeruk makan jeruk” kata Yusril berseloroh dalam keterangan persnya, Kamis (7/10/2021).

Pernyataan “jeruk makan jeruk” yang dimaksud Yusril adalah kondisi dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari kubu yang sama.

“Hasilnya bisa obyektif bisa subyektif,” imbuh Yusril.

Seperti diketahui, Yusril hingga kini masih menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Sementara Hamdan Zoelva masih aktif dalam kepemimpinan PBB sejak berdiri sampai saat dia dilantik menjadi hakim MK. Hamdan juga pernah menjadi staf khusus Yusril ketika menjadi Mensesneg. Yusril pula yang menjadi co-promotor ketika Hamdan mengambil gelar Doktor di UNPAD.

Yusril menilai Hamdan adalah orang profesional dan obyektif. Pikirannya jernih dan jauh dari sikap emosional.

“Kader-kader PBB umumnya cerdas dan profesional, apalagi menangani soal-soal hukum. Mereka gak cengengesan. Menangani kasus hukum tapi jorjoran bikin manuver politik hantem sana hantem sini seperti pakai jurus dewa mabuk dalam dunia persilatan. Karena itu saya gembira mendengar Hamdan jadi lawyer pihak sana,” kata Yusril.

Yusril menekankan bahwa dirinya ingin sekali melihat persoalan pengujian AD/ART Partai Demokrat sebagai masalah hukum yang dihadapi bangsa ini. Sebagai sebuah masalah hukum, maka sudut pandang hukumlah yang harus dikedepankan. Siapa saja yang terlibat dalam proses ini, baik aktivis partai maupun komentator di luar, hendaknya tidak menunggangi kasus ini sebagai sebuah political game.

Menurut Yusril, makin filosofis dan teoritis pembahasan ini akan makin baik. Masyarakat akan makin terdidik secara intelektual, bukan sebaliknya malah makin terbodohkan oleh omongan dan gunjingan tak tentu arah.

“Tampilnya Hamdan sebagai lawyer Partai Demokrat (PD) akan membuka jalan ke arah itu. Bagaimana nanti dia akan melakukan terobosan, bagaimana PD bisa masuk sebagai pihak dalam perkara JR di MA ini,” papar Yusril.

Bagi Yusril, akan menarik bagaimana nantinya Hamdan menyusun argumen filosifis dan teoritis dalam mengimbangi atau meng-counter argumen yang Yusril ajukan.

“Saya kira sebagai akademisi hukum dan mantan hakim dan Ketua MK, Hamdan akan melakukan tugas profesionalnya sebagai advokat yang mumpuni,” pungkas Yusril.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.