Mahasiswa Unair Temukan Inovasi Mouthwash Alami Anti-Karies Pada Gigi

0
Dennia Oktavia saat aktivitas laboratorium untuk penelitian mengenai manfaat multi-plant kombinasi teh hijau dan peppermint di FK Unair. Proses penelitian, pembuatan, serta pengujian bakteri dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. (foto: Dennia Oktavia)

 

SURABAYA – Dua mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) yaitu Dennia Oktavia Z.H dan Muflikhah Ramadhani dan satu dari Fakultas Farmasi yakni Jihan Bobsaid menemukan inovasi mouthwash berbahan dasar alami anti karies gigi.

Inovasi tersebut berawal dari kekhawatiran akan banyaknya kasus gigi karies yang disertai belum optimalnya pemanfaatan komoditas lokal.

“Prevalensi karies yang cukup tinggi dan komoditas yang tersedia di daerah tinggal, jadi inspirasi untuk pembuatan mouthwash kombinasi multiplant ini,” ujar Dennia Oktavia selaku ketua tim riset dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Kamis (7/10/2021) malam.

Melalui proposal penelitian berjudul “Efektivitas Mouthwash Berbahan Dasar Kombinasi Ekstrak Camellia sinensis dan Mentha piperita sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus mutans”, Dennia dan timnya melihat dari sudut pandang mikrobiologi dan zona hambat bakteri.

“Setelah melalui banyak literatur, kami juga menemukan bahwa kombinasi multi-plant memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik ketimbang yang hanya menggunakan single-plant,” imbuhnya.

Dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi, tim Dennia ini sukses menyelesaikan proses penelitian, pembuatan, serta pengujian bakteri. Tema penelitian Dennia dan timnya turut mendukung SDG’s point ketiga yaitu good health and well-being yang bertujuan memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.

Hasil penelitian Dennia dan timnya ini kemudian menemukan bahwa bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab plak dan karies gigi mampu dihambat secara efektif oleh kombinasi ekstrak Teh Hijau dan daun Peppermint. Hasil penelitian itu diharapkan dapat segera diaplikasikan dengan tujuan mencegah karies gigi pada masyarakat.

Penelitian Dennia dan timnya ini sempat terkendala akibat pandemi. Tetapi dengan berbekal kreativitas tim, akhirnya bisa kelar.

“Karena proses penelitian bertepatan dengan diberlakukannya PPKM dan kebijakan penyekatan, akhirnya kita terpaksa memutar otak mengubah banyak rencana, salah satunya adalah tujuan laboratorium,” pungkasnya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.