Sunday, March 8, 2026
spot_img
HomeSosokDonny Fatah Telah Tiada

Donny Fatah Telah Tiada

(foto: credit foto diambil dari postingan di WAG JS oleh Eugenius Paransi SH, MH, advokat)

“Yang menciptakan maut dan hidup untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67]: 2) — dikutip Prof. Dr. M. Quraish Shihab (82) dalam Kematian Adalah Nikmat (2018)

Sungguh kematian itu rahasia Allah. Tak satu makhluk pun tahu kapan ia harus wafat. Karena itu, kematian sering disebut sebagai pencuri yang datang di malam hari.

Kini, kabar duka datang dari dunia musik Indonesia: Donny Fattah, bassist sekaligus salah satu pendiri band legendaris God Bless, telah berpulang.

Donny Fattah lahir di Makassar, 24 September 1949, dengan nama Gedoan Fattah Gagola. Ia adalah putra Mayor Eddy Gagola, tokoh militer penting dalam gerakan Piagam Perjuangan Semesta (Permesta) di Sulawesi Utara pada tahun 1950-an.

Dari garis keluarga, ia juga cucu Estevanis Fattah Gagola, pejuang merah putih di Lirung, Talaud, yang gugur pada 30 April 1933.

Latar belakang keluarga pejuang itu membentuk karakter Donny yang teguh dan penuh dedikasi.

Kepergiannya pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, setelah berjuang melawan komplikasi penyakit, menutup usianya 76 tahun.

Kabar wafatnya disampaikan melalui akun resmi God Bless di Instagram, yang menuliskan doa dan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum, serta harapan agar amal kebaikannya diterima di sisi Allah.

Selama hidupnya, Donny Fattah dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan musik rock Indonesia.

Bersama God Bless, ia menorehkan sejarah panjang sejak era 1970-an, menghadirkan musik cadas yang menjadi ikon generasi.

Dalam album perdana God Bless (1975), dua karakter utama Donny  -betotan bassnya dan vokal melengking mirip vokalis Deep Purple, Glenn Hudge- bisa disimak dalam lagu ciptaannya, Rock di Udara dan vokal lengkingnya pada lagu Setan Tertawa serta She Passed Away.

Demikian pula, pada album Cermin (1980), betotan bass dan vokalnya menonjol pada lagu ciptaannya juga, Musisi.

Walhasil, warna vokal dan dentuman bass Donny menempatkan ciri khas musik cadas God Bless mudah dikenali para penggemarnya, lebih-lebih lead vokal Ahmad Albar.

Meski di tahun-tahun terakhir kesehatannya menurun akibat sarcopenia, penyumbatan vaskuler, dan penyakit autoimun, semangatnya terhadap musik tidak pernah padam.

Ia bahkan masih sempat berbagi kisah tentang perjuangan kesehatannya, mengonsumsi puluhan obat setiap hari, namun tetap menjaga semangat hidup. Bahkan di album dan pentas antologi 40 tahun God Bless hingga 50 tahun God Bless Donny Fattah masih sangat aktif.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, para personel God Bless, dan penggemar musik rock Tanah Air.

Ia bukan hanya seorang bassist, tetapi juga pejuang seni yang mengabdikan hidupnya untuk musik.

Dengan segala karya dan dedikasinya, Donny Fattah akan selalu dikenang sebagai legenda yang menghidupkan denyut rock Indonesia.

Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. Selamat jalan, Donny Fattah. Semoga Allah menempatkanmu di tempat terbaik, dan semoga musikmu tetap bergema sebagai inspirasi bagi generasi yang akan datang.

#coverlagu: Lagu Musisi ciptaan Donny Fattah dalam album Cermin (1980).

REINER EMYOT OINTOE (ReO)

Fiksiwan

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular