Alumnus UNAIR Ini Pimpin Universitas Nurtanio, Berikut Kiprahnya Dari Dunia Militer hingga Kursi Rektor

Rektor Universitas Nurtanio Bandung, Marsma TNI (Purn) Dr. Drs. apt. Yuli Subiakto, M.Si., (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR). Marsma TNI (Purn) Dr. Drs. apt. Yuli Subiakto, M.Si., alumnus Fakultas Farmasi UNAIR angkatan 1984, resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nurtanio Bandung, Jawa Barat pada Kamis (21/5/2026).

Penunjukan Yuli menjadi rektor menambah daftar kiprah alumnus UNAIR di berbagai sektor strategis nasional. Universitas Nurtanio sendiri dikenal sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekhususan di bidang kedirgantaraan dan penerbangan di Jawa Barat.

Perjalanan karier Yuli terbilang panjang dan berlapis. Lulusan Fakultas Farmasi UNAIR itu memulai pengabdiannya di lingkungan kesehatan militer setelah menamatkan pendidikan apoteker. Ia pernah bertugas di Rumah Sakit Lanud TNI AU Surabaya, kemudian melanjutkan pengabdian di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Jakarta dan Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU).

Pengalaman tersebut membentuk rekam jejaknya sebagai sosok yang mengintegrasikan keilmuan kefarmasian dengan kebutuhan strategis pertahanan negara. Dalam perjalanan kariernya, ia juga dipercaya menempati sejumlah posisi penting, termasuk di Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.

Salah satu jabatan strategis yang pernah diembannya ialah Kepala Lembaga Farmasi Angkatan Udara. Posisi itu menempatkan Yuli dalam peran penting pengembangan sistem dan pelayanan farmasi di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Tak hanya dikenal di dunia militer, Yuli juga aktif di bidang pendidikan tinggi. Ia pernah menjadi pengajar di Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI. Selain itu, ia juga dipercaya menjabat Direktur Poltekkes TNI AU Ciumbuleuit Bandung sebelum kemudian menjadi Wakil Rektor II Universitas Nurtanio Bandung.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam membangun sumber daya manusia di bidang pertahanan, kesehatan, dan kefarmasian.

Di lingkungan almamaternya, Yuli juga aktif memperkuat jejaring alumni. Ia tercatat berperan dalam penguatan program Ikatan Alumni Komisariat Fakultas Farmasi UNAIR, terutama melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan pengembangan jejaring profesional alumni.

Pelantikannya sebagai Rektor Universitas Nurtanio dipandang menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni untuk terus membuka ruang pengabdian di berbagai bidang. Kiprah Yuli sekaligus menegaskan bahwa lulusan Fakultas Farmasi UNAIR tidak hanya berkontribusi di sektor kesehatan, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam dunia pendidikan dan pertahanan nasional.(*)

Kontributor: Maia Ch

Editor: Abdel Rafi