Ekonom: NeoBank Tidak Bisa Sepenuhnya Gantikan Bank Konvensional

0

 

ilustrasi bank digital atau neobank. (foto: shutterstock)

SURABAYA – Proses digitalisasi ekonomi saat ini mengalami perkembangan yang semakin masif. Perkembangan digitalisasi ekonomi dipicu oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat serta pergeseran pola interaksi ekonomi. Hal tersebut menciptakan ekosistem yang kuat bagi berkembangnya NeoBank.

Ekonom Dr. Wisnu Wibowo SE., M.Si menuturkan bahwa neobank atau dikenal sebagai challenger bank merupakan sebuah wujud terobosan inovasi dalam teknologi keuangan yang menawarkan jasa perbankan yang berbasis digital (branchless). Menurutnya, bank tersebut tidak memiliki bentuk fisik sebagaimana layanan bank pada umumnya, tetapi neo bank hadir sepenuhnya secara online.

“Sesuai dengan karakteristik bisnis tersebut, neobank menyasar kepada nasabah yang tech-savvy atau paham dan fasih dalam teknologi, yang tidak keberatan melakukan sebagian besar pengelolaan keuangan mereka melalui aplikasi seluler,” tutur Wisnu dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Senin (4/10/2021) malam.

Merujuk pada laporan McKinsey, konsumen Indonesia sangat terbuka terhadap perbankan digital. Prospek digital bank di Indonesia sangat menjanjikan. Disebutkan bahwa penggunaan bulanan perbankan digital di Indonesia telah tumbuh dua kali lebih cepat dari pada negara berkembang Asia yang lainnya.

“Hal ini juga ditunjang oleh beberapa kelebihan bank digital dibanding bank konvensional,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga tersebut.

Wisnu menyebutkan bahwa selain memiliki karakteristik user-friendliness, neobank juga memiliki kelebihan dalam fitur yang membuatnya menjadi bagian dari lifestyle pelanggan. Kehadiran neobank jelas akan memengaruhi kelompok nasabah milenial dan kelompok lain yang memiliki kedekatan dengan penggunaan smartphone.

Meskipun demikian, neobank tidak akan dengan serta merta akan menggantikan bank konvensional. Keputusan seseorang untuk mengambil produk finansial juga akan sangat dipengaruhi oleh faktor kepercayaan dan juga keamanan.

“Semakin besar dan semakin dikenal sebuah institusi keuangan akan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri tersebut,” tuturnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa aspek perlindungan konsumen dari kemungkinan terjadinya risiko yang muncul dari aktivitas neobank. Kondisi yang paling mungkin adalah antara bank konvensional yang mampu berinovasi dan beradaptasi atau neobank akan hidup berdampingan sekaligus berkompetisi dalam memberikan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat.

“Kondisi seperti ini jelas akan menguntungkan bagi masyarakat karena akan memperoleh layanan keuangan yang semakin efisien dan bernilai sebagai dampak terjadinya persaingan yang semakin menarik diantara retail banking,” pungkasnya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.