Cegah Perluasan Konflik Antar Suku, TNI-Polri Jayawijaya Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Masyarakat

0
Kodim 1702/Jayawijaya bersama Polres Jayawijaya menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo dari Suku Kimyal, Suku Mex dan Suku Yali bertempat di Asrama Pelajar Suku Yali, Kampung Karu Jaya Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya, pada hari Senin (4/10/2021). (foto: istimewa)

WAMENA – Demi mencegah meluasnya konflik antar suku yang terjadi di Yahukimo ke wilayah Kabupaten Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya bersama Polres Jayawijaya menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo dari Suku Kimyal, Suku Mex dan Suku Yali bertempat di Asrama Pelajar Suku Yali, Kampung Karu Jaya Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya, pada hari Senin (4/10/2021).

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf A.B. Situmeang, S.I.P, M.Tr (Han) menyampaikan agar seluruh masyarakat dari tiga suku dapat menahan diri dan tidak terpengaruh dengan situasi yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo.

“Kita semua berharap agar konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo dapat segera terselesaikan dan tidak meluas hingga ke daerah-daerah lain terutama di Kabupaten Jayawijaya. Untuk itu kami berharap masyarakat dan mahasiswa dapat bekerja sama dengan aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya,” ujar A.B Situmeang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi cakrawarta.com, Selasa (5/10/2021) siang.

Kepada mahasiswa, Dandim berpesan agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu di Kota Studi Wamena.

“Manfaatkan waktu untuk belajar dan belajar sehingga ke depan dapat kembali dan membangun Kabupaten Yahukimo yang lebih maju, damai dan sejahtera. Sebab kalian adalah generasi-generasi yang akan mengisi kursi kepemimpinan yang akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Suku Yali, Asi Sobolim mengatakan terima kasih kepada Dandim dan Kapolres Jayawijaya yang telah memberikan perhatian terkait dengan konflik di Kabupaten Yahukimo.

“Kami masyarakat dari Kabupaten Yahukimo menginginkan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya dan tidak mau terjadi konflik. Kami akan melaporkan kepada Dandim dan Kapolres apabila ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat, membuat isu maupun informasi bohong atau hoax untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif,” tegas Sobolim.

Untuk diketahui, kerusuhan antar suku di Yahukimo terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (3/10/2021), sekitar pukul 12.45 WIT. Kerusuhan Yahukimo menyebabkan enam orang tewas dan 41 orang luka-luka. Penyebabnya disinyalir karena adanya penyerangan oleh suku Kimyai kepada suku Yali.

(bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.