Monday, April 22, 2024
HomeInternasionalDistribusi Bantuan ACT Indonesia Diterima Pengungsi Suriah

Distribusi Bantuan ACT Indonesia Diterima Pengungsi Suriah

 

Tim Kemanusiaan ACT saat mendistribusikan bantuan dari masyarakat Indonesia di kompleks pengungsian Baglar Mahalesi (Turki bagian selatan berbatasan dengan Suriah). (Foto: ACT)
Tim Kemanusiaan ACT saat mendistribusikan bantuan dari masyarakat Indonesia di kompleks pengungsian Baglar Mahalesi (Turki bagian selatan berbatasan dengan Suriah). (Foto: ACT)
SURIAH – Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) asal Indonesia yang membawa misi kemanusiaan ke Suriah berupa bantuan pangan dari masyarakat tanah air akhirnya bisa menyalurkan bantuan setelah melewati banyak rintangan. Mengingat blokade rezim Aleppo di banyak perbatasan maka tim ACT memilih mendistribusikan bantuan di sebuah desa bernama Baglar Mahalesi, daerah Suriah bagian selatan yang berbatasan dengan Turki.
Tim SOS ACT, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, pilihan untuk transit di Turki dianggap jadi solusi terbaik sampai dengan hari ini. Apalagi, blokade yang ada masih sulit untuk ditembus, bahkan banyak bantuan kemanusiaan yang dirilis oleh PBB tertahan di perbatasan Suriah, menunggu otorisasi dari rezim yang nampak sengaja menahan dan mempersulit kiriman logistik tersebut.
Di lokasi ini, tim ACT menjalin kerjasama dengan lembaga kemanusiaan asal Turki dan Suriah, mencoba bergerak cepat membantu distribusi logistik dan pangan di banyak titik kamp pengungsian Suriah sepanjang perbatasan. Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President-ACT sukses mendistribusikan bantuan pangan untuk kamp pengungsian Suriah yang terletak di sebuah kota sebelah selatan Turki, dekat dengan garis batas Suriah.
“Distribusi bahan pangan ini diserahkan pada Rabu (11/5/2016) dan difokuskan untuk anak yatim dan janda korban perang Suriah,” ujar Syuhelmaidi Syukur dalam keterangan yang diterima redaksi dari tim media SOS ACT, Jumat (13/5/2016) sore.

Berdasarkan keterangan ACT, kamp pengungsian Baglar Mahalesi hanya berjarak kurang lebih 61 Km dari kota Aleppo jika ditilik menggunakan aplikasi jelajah Google Maps. Tentu, walau perjalanan menuju Aleppo hanya sekira hitungan satu jam perjalanan, jalan membentang menuju Aleppo tak bisa begitu saja dilintasi, ada gerbang perbatasan super ketat yang tak bisa ditembus sembarangan. Ada risiko keamanan yang harus dipikirkan matang.

Kamp pengungsi yang jadi sasaran di Baglar Mahalesi adalah kompleks pengungsian cukup besar yang dikelola oleh sebuah NGO asal Suriah. Kompleks ini memiliki dapur umum, pusat pendidikan, pusat bermain anak, masjid dan ruang-ruang untuk tempat para penghuni komplek ini bertatapmuka dan bersilaturahim.

“Terimakasih, semoga dibalas kebaikan oleh Allah. Alhamdulillah, kebutuhan dapur dan logistik kami terpenuhi untuk dua pekan ke depan”, seru Abdul Hamid, kordinator logistik kompleks Baglar Mahalesi.

Untuk diketahui, pemerintah Turki pernah mengatakan, gerbang perbatasan Turki sebelah Selatan menghubungkan Sarmada atau Idlib di Suriah adalah jalur lintas batas paling sibuk antara kedua negara. Wajar jika kini, kamp pengungsian warga sipil Suriah di sebelah selatan Turki penuh sesak dengan para pengungsi. Kota yang jadi sasaran distribusi bantuan ACT ini pun berubah jadi The Little Syria karena begitu banyaknya jumlah pengungsi Suriah di daerah ini.

Catatan terbaru yang dirilis oleh pemerintah Turki menyebut angka 95 ribu lebih pengungsi Suriah di kota ini. Padahal hasil sensus penduduk tahun 2012 silam hanya ada 89 ribu penduduk asli yang memegang identitas penduduk Turki. Artinya, jumlah pengungsi Suriah di Kota ini sudah melebihi populasi asli.

(ssr/bti)

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular