
SURABAYA, CAKRAWARTA.com –Belasan anggota komunitas Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Surabaya menggelar ziarah ke sejumlah makam wali di Jawa Tengah pada 30-31 Oktober 2026. Bukan sekadar wisata religi, perjalanan tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk mendoakan kelancaran dan kesuksesan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Rangkaian ziarah yang dimulai dari makam Sunan Ampel Surabaya itu dilanjutkan dengan mengunjungi makam Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Raden Fatah, serta Masjid Demak.
“Ziarah Wali atau Wisata Religi itu bukan sekadar perjalanan geografis ke Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Raden Fatah, dan Masjid Demak, yang bermula dari makam Sunan Ampel Surabaya, namun mendoakan HSN 2026 agar berjalan lancar dan sukses,” kata Pimpinan Rombongan Ziarah, HM Taufik Mukti, di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Didampingi pemrakarsa Ziarah Wali GMNU, Hj Nanik Ismayani yang merupakan dzurriyah Raden Mas Said/Sunan Kalijaga, Taufik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan ziarah sebelumnya. Lebih dari sekadar mengunjungi situs-situs bersejarah Islam, perjalanan itu menjadi momentum memperkuat spiritualitas, kebersamaan, dan kecintaan generasi muda Nahdliyin terhadap warisan perjuangan para wali dan ulama.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri di tengah semarak peringatan HSN 2026 yang diselenggarakan warga Nahdliyin bersama berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, kami bersyukur kegiatan ini berjalan sukses dan lancar serta banyak santri dari Komunitas Generasi Nahdliyin yang berpartisipasi. Semoga, kebersamaan dan kebahagiaan ini terus berlanjut dalam panji perjuangan para Muassis dan Muharrik Nahdlatul Ulama,” katanya.
Semarak HSN 2026 di Jawa Timur
Sementara itu, peringatan HSN 2026 di Jawa Timur berlangsung melalui beragam agenda yang melibatkan jajaran organisasi, lembaga, dan badan otonom Nahdlatul Ulama.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, misalnya, menggelar sembilan kegiatan utama untuk menyemarakkan HSN 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan kick off di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, pada 11 Oktober, dilanjutkan Ziarah Muassis di Jombang pada 18 Oktober dan Ziarah Muharrik di sembilan kabupaten/kota pada 20 Oktober.
Agenda berikutnya meliputi Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jawa Timur pada 22 Oktober serta HSN Soccer League 2026 di Lapangan Al-Akbar Sport Center pada 27-31 Oktober.
Sejumlah kegiatan lainnya juga telah diagendakan, antara lain Apel Kader NU di Alas Purwo, Banyuwangi, yang melibatkan ribuan kader IPNU-IPPNU dan LP Ma’arif pada 21 November; Mujahadah Kubro di Gedung HBNO/PCNU Surabaya pada 9 November; Lomba Kinerja Antar-PRNU se-Jawa Timur sepanjang Oktober–November; NUConomic Festival di Bondowoso oleh LPNU pada 22 November; serta Konser Amal pada Desember.
Selain sembilan agenda utama tersebut, terdapat sekitar 20 kegiatan tambahan yang diselenggarakan lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jawa Timur.
Beberapa di antaranya adalah penyerahan bantuan fasilitas ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh oleh Lazisnu, Podcast Pendidikan Serentak oleh LPTNU, serta peluncuran buku Pelatihan Aswaja dan Daurah Aswaja bagi penerima beasiswa NU oleh Lakpesdam.
Agenda lainnya mencakup Kaderisasi Ahli Hisab-Rukyat di Bojonegoro oleh LFNU, Kenduren Sastra di Jember oleh Lesbumi, Rembuk Media oleh LTN NU, FGD Pestana (Pesantren Tangguh Bencana) oleh LPBI, serta Jelajah Santri oleh LP Ma’arif NU.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan HSN tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, pendidikan, kebudayaan, dan pengabdian sosial.
Di tengah semarak agenda tersebut, ziarah yang dilakukan GMNU Surabaya menghadirkan pesan tersendiri bahwa merawat ingatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus menguatkan spiritualitas generasi muda dalam melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








