
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Menyambut Hari Santri, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek menggelar Lailatul Ijtima’ di Masjid Jami’ Roudhotul Arifin, Desa Cukir, Jombang, Selasa (20/10/2026) malam. Kegiatan yang diikuti ratusan jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Diwek ini menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keagamaan, meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus merawat ukhuwah di kalangan nahdliyin.
Sejak malam hari, para jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Nurul Fuad, Rais MWCNU Diwek KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh beserta jajaran pengurus.
Hadir pula Ketua Ranting NU Desa Cukir H. Subandi Mashuda bersama jajaran pengurusnya.
Rangkaian Lailatul Ijtima’ diawali dengan shalat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah shalat sunah, meliputi shalat ba’diyah, shalat taubat, shalat tasbih, shalat hajat, hingga sujud syukur. Para jamaah juga melantunkan istighotsah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai bagian dari ikhtiar spiritual bersama.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Roudhotul Arifin, KH Muchlish Dimyati, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan masjid tersebut sebagai tempat penyelenggaraan Lailatul Ijtima’.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar,” pintanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Ranting NU Desa Cukir, H. Subandi Mashuda. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh nahdliyin yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran para jamaah diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan warga Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan tradisi yang telah dijalankan sejak masa awal berdirinya NU. Karena itu, ia mengimbau seluruh nahdliyin untuk terus menjaga tradisi tersebut dengan mengikuti rangkaian kegiatan secara istiqamah.
“Termasuk pelaksanaan shalat-shalat sunah dan dzikir,” harapnya.
Menurut KH Hamdi Sholeh, berbagai amalan tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga bagian dari ikhtiar spiritual untuk menjaga diri dari godaan setan.
Puncak kegiatan diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Rais MWCNU Diwek, KH Nur Hadi atau Mbah Bolong. Dalam tausiyahnya, pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh itu mengkaji kitab Minahus Saniyah, yang memuat tuntunan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, KH Nur Hadi menekankan pentingnya istiqamah dalam menjalankan ibadah, termasuk shalat malam sebagai salah satu amalan yang mencerminkan kesalehan seorang muslim.
“Semoga keberkahan dari kitab ini menjadikan kita semakin bersemangat dalam menjalankan salat malam,” pintanya.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ditutup dengan doa yang dipimpin KH Syamsudin Ali. Melalui kegiatan rutin ini, MWCNU Diwek diharapkan terus menjaga kesinambungan tradisi keagamaan, memperkuat spiritualitas warga NU, serta merawat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Momentum menjelang Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa penguatan kehidupan keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga lewat konsistensi menjalankan amaliah, menjaga silaturahmi, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.(*)
Kontributor: Farhan Rafi
Editor: Abdel Rafi








