Perkuat Ukhuwah Antar Masjid, Al-Akbar Surabaya Gelar Marbot Soccer Night dan Al-Qur’an Fest

Belasan anak menyetorkan hafalan Qur’an di MTs Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Senin (2/11/2026) malam. (foto: MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) terus mengembangkan kegiatan pembinaan umat melalui pendekatan yang memadukan olahraga, silaturahmi, dan pendidikan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Marbot Soccer Night (MSN) episode ke-14 yang mempertemukan marbot dari enam masjid di Surabaya dan sekitarnya.

Kegiatan yang rutin digelar setiap Senin malam tersebut berlangsung di lapangan Al-Akbar Soccer Center (ASC) MAS, mulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB.

Enam tim yang berpartisipasi berasal dari Masjid Asy-Syifa Krian, Masjid Al-Fajar Menanggal, Masjid Al-Muttaqien Ketintang, Masjid Al-Haq Rungkut, Masjid Al-Muttaqien Sambikerep, dan Masjid Hidayatullah Jagir.

Humas MAS, H Helmy M Noor, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda olahraga rutin, melainkan ruang perjumpaan untuk memperkuat persaudaraan di antara para marbot yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan masjid.

“Pertandingan rutin untuk marbot dari beberapa masjid di Surabaya dan sekitarnya itu memang bertujuan untuk mempererat ukhuwah/persaudaraan antar-marbot, karena MSN merupakan ruang bersama yang mempertemukan para penjaga rumah ibadah dari mana pun,” kata Helmy di Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para marbot untuk berkumpul, berolahraga, sekaligus membangun komunikasi lintas masjid dan mushola.

Lebih dari sekadar bermain sepak bola mini, MSN juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan bertukar cerita mengenai pengelolaan masjid dan mushola di lingkungan masing-masing. Interaksi tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih erat sekaligus mendorong kemajuan pengelolaan masjid di Jawa Timur.

“Jadi, MSN itu bukan hanya olah raga, tapi juga olah batin, sekaligus mempererat hubungan antar marbot dan sesama muslim. Semangat persaudaraan yang terbangun di lapangan diharapkan terus tumbuh dan memberi energi positif bagi kemakmuran masjid,” ujar Helmy yang juga menjabat Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS.

18 Siswa Setorkan Hafalan Al-Qur’an

Di bidang pendidikan, semangat pembinaan generasi muda juga terlihat melalui penyelenggaraan Al-Qur’an Fest di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting menjelang kelulusan siswa kelas IX, khususnya melalui program Tasmi’ Bil Ghoib Akbar yang melibatkan 18 siswa-siswi kelas akhir untuk menyetorkan hafalan Al-Qur’an.

Kegiatan yang berlangsung di ruang utama MAS itu turut diikuti para ustadz dan 79 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang menyimak hafalan para peserta.

Kepala MTs Al-Akbar, Ustadz M Jakfar, menjelaskan bahwa hafalan Al-Qur’an merupakan salah satu program unggulan madrasah. Karena itu, setiap siswa diwajibkan menyetorkan hafalan sebagai bagian dari persyaratan sebelum menyelesaikan pendidikan.

“Ada 79 siswa kelas 7, 8, dan 9, yang sama-sama menyimak hafalan ke-18 siswa itu, minimal siswa menyetorkan hafalan 2 juz Al-Qur’an (juz 29 dan 30), tapi juga ada hafalan yang paling banyak hingga 13 juz, yakni Alanna Sybilla Reynata,” jelas Jakfar di ruang utama MAS, Selasa.

Program pendidikan MTs Al-Akbar tidak hanya berorientasi pada penguatan kemampuan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kompetensi internasional, termasuk penguasaan bahasa asing.

Salah satu capaian yang menonjol terlihat pada 2026 melalui prestasi M Wildan Habibie Rohmatulloh. Siswa MTs Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut berhasil meraih Juara 1 bidang Bahasa Arab dalam Olimpiade PAI-Bahasa Arab Tingkat Jawa Timur.

Kompetisi yang diselenggarakan KKG-MGMP Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur itu berlangsung di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada 18 April 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan upaya Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dalam mengembangkan fungsi masjid secara lebih luas, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang penguatan solidaritas sosial, pembinaan generasi muda, dan pengembangan kualitas pendidikan keagamaan.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi