Wednesday, February 28, 2024
HomeInternasionalJokowi: Terkait Rohingya Diperlukan Aksi Nyata Bukan Sekedar Kecaman

Jokowi: Terkait Rohingya Diperlukan Aksi Nyata Bukan Sekedar Kecaman

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta terkait Tragedi Kemanusiaan suku Rohingya di Rakhine State Myanmar, Minggu (3/9/2017) malam. (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta terkait Tragedi Kemanusiaan suku Rohingya di Rakhine State Myanmar, Minggu (3/9/2017) malam. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Menyikapi tragedi kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar, hari ini, Minggu (3/9/2017) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta. Ditemani Wakil Menteri Luar Negeri dan Menko Polhukam, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya dan seluruh rakyat Indonesia sangat menyesalkan terjadinya aksi kekerasan di Rakhine State. Menurutnya diperlukan lebih dari sekedar aksi kecam-mengecam sebagai wujud kepedulian kepada nasib etnis Rohingya di Myanmar.

“Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional,” ujar Jokowi.

Sesuai dengan sikap Jokowi tersebut, selaku Kepala Negara, dirinya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Kofi Annan.

“Sore tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” tegas Jokowi.

Untuk diketahui, terkait penanganan kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine State Myanmar, Indonesia telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Pada Januari dan Februari lalu misalnya bantuan kemanusiaan yang dikirimkan Pemerintah Indonesia ke lokasi pengungsian etnis Rohingya mencapai 10 kontainer.

Indonesia bahkan telah membangun Sekolah Indonesia di Rakhine State dan akan segera membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober mendatang. Indonesia juga telah menampung pengungsi Rohingya dan memberikan bantuan yang terbaik selama di penampungan.

Selain itu, Jokowi juga menugaskan Menlu untuk terbang ke Dhaka (Bangladesh) dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.

“Sekali lagi, kekerasan dan krisis kemanusiaan ini (suku Rohingya, red.) harus segera dihentikan,” tandas Jokowi mengakhiri keterangannya.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular