
BANGKALAN, CAKRAWARTA.com – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bangkalan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan kali ini digunakan untuk mendukung pengoperasian sumur bor yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih lebih dari 10.000 pengungsi di Gaza Utara.
Ketua IKA UNAIR Cabang Bangkalan dr. Raudatul Hikmah mengatakan bahwa donasi yang dihimpun telah sampai di Gaza dan digunakan antara lain untuk membeli bahan bakar bagi generator serta pompa air. Bahan bakar menjadi kebutuhan penting karena ketersediaannya di Gaza sangat terbatas dan harganya mahal.
“Alhamdulillah, donasi IKA UNAIR Cabang Bangkalan sudah sampai di Gaza. Donasi digunakan untuk membeli bahan bakar agar generator dan pompa air dapat dihidupkan sehingga sumur bor bisa kembali berfungsi,” kata Raudatul di Bangkalan, Kamis (30/7/2026) pagi.
Menurut dia, berfungsinya kembali sumur bor tersebut penting di tengah kesulitan warga Gaza memperoleh air bersih. Kondisi musim kemarau semakin memperberat kehidupan para pengungsi yang telah menghadapi keterbatasan berbagai kebutuhan dasar.
Raudatul menyebutkan bahwa sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih. Karena itu, keberadaan sumber air yang dapat kembali digunakan diharapkan mengurangi beban warga, terutama pengungsi di Gaza Utara.
“Sumur bor ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih lebih dari 10.000 pengungsi. Air tidak hanya dibutuhkan untuk minum, tetapi juga untuk beribadah dan berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya,” ujarnya.
Bantuan Keenam untuk Palestina
Penyaluran tersebut merupakan bantuan kemanusiaan keenam yang dilakukan IKA UNAIR Cabang Bangkalan untuk masyarakat Gaza, Palestina. Raudatul mengatakan, kesinambungan bantuan menjadi bagian dari komitmen para alumni untuk tetap hadir dalam persoalan kemanusiaan, termasuk yang terjadi jauh dari tempat mereka tinggal.
Bagi IKA UNAIR Bangkalan, kata dia, keberadaan organisasi alumni di daerah tidak seharusnya membatasi jangkauan kepedulian. Persoalan kemanusiaan dapat melampaui batas wilayah maupun negara.
“Kami memang bergerak dari daerah, dari Bangkalan, tetapi kepedulian terhadap kemanusiaan tidak mengenal batas geografis. Sekecil apa pun bantuan kita, sangat berarti bagi penduduk Gaza,” kata Raudatul.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang secara konsisten mendukung penggalangan dan penyaluran bantuan tersebut.
Menurut Raudatul, kesinambungan bantuan menjadi penting karena kebutuhan warga terdampak krisis tidak berhenti pada satu momentum. Karena itu, solidaritas perlu dijaga agar dapat diwujudkan menjadi bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kepedulian dari Gaza hingga Bangkalan
Di tengah penyaluran bantuan untuk Palestina, IKA UNAIR Bangkalan juga tetap menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat kurang mampu di daerahnya sendiri.
Raudatul mengatakan, perhatian terhadap kelompok mustadh’afin, terutama anak yatim di Bangkalan, dilakukan secara rutin. Sejumlah kegiatan sosial tersebut dipusatkan di RSIA Hikmah Sawi dan telah beberapa kali dilaksanakan.
Dengan demikian, menurut dia, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan global berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial di lingkungan terdekat.
IKA UNAIR Bangkalan ingin menjaga dua ruang pengabdian tersebut secara bersamaan yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan di daerah sendiri sekaligus membangun solidaritas terhadap korban krisis kemanusiaan di belahan dunia lain.
“Bagi kami, kepedulian harus dimulai dari sekitar, tetapi tidak harus berhenti di sekitar. Dari Bangkalan, kami ingin terus menjaga solidaritas kemanusiaan, termasuk untuk saudara-saudara kita di Gaza,” pungkasnya.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi








