Makan Bersama Anak Pesantren, Korem 081/DSJ Tegaskan TNI Berasal dari Rakyat

Momen prajurit TNI dari Korem 081/DSJ makan siang bersama anak-anak dari Pondok Tahfidz Qur’an Al Jaliil di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/DSJ, Madiun, Jumat (4/9/2026) siang. (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Kedekatan prajurit dengan masyarakat kembali ditunjukkan Korem 081/DSJ melalui kegiatan makan siang bersama anak-anak Pondok Tahfidz Quran Al Jaliil di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan Nomor 50, Kota Madiun, Jumat (4/9/2026).

Dalam suasana sederhana dan tanpa seremoni berlebihan, anak-anak pesantren duduk bersama para prajurit menikmati hidangan makan siang. Percakapan ringan, canda, dan tawa mengiringi kebersamaan tersebut.

Bagi Korem 081/DSJ, pertemuan itu bukan sekadar makan bersama. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan prajurit dengan masyarakat sekaligus menegaskan kembali jati diri TNI sebagai bagian dari rakyat.

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian prajurit.

“Sebagai prajurit TNI, kami sadar betul bahwa kami berasal dari rakyat. Sudah sepatutnya kami memberikan kepedulian dan berbagi dengan siapa saja, termasuk anak-anak pondok pesantren,” kata Untoro seusai kegiatan.

Menurut dia, hubungan antara prajurit dan masyarakat tidak harus dibangun melalui kegiatan besar. Kehadiran secara langsung dan perhatian terhadap masyarakat juga merupakan bentuk pengabdian yang memiliki arti penting.

“Berbagi itu tidak harus sesuatu yang besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kepedulian kita kepada sesama,” ujarnya.

Merawat Kedekatan

Untoro mengatakan, kegiatan bersama anak-anak pesantren diharapkan tidak hanya memberikan kegembiraan bagi mereka, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi para prajurit mengenai pentingnya kepedulian sosial.

Menurut dia, prajurit perlu terus membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Kedekatan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat.

“Kebersamaan seperti ini penting untuk menumbuhkan kepedulian dan rasa kebersamaan. Prajurit juga harus selalu ingat bahwa kekuatan TNI tidak terlepas dari dukungan rakyat,” kata Untoro.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk interaksi sosial yang memungkinkan prajurit hadir secara langsung di tengah masyarakat.

Bagi anak-anak Pondok Tahfidz Quran Al Jaliil, makan siang bersama para prajurit menjadi pengalaman tersendiri. Suasana informal di lingkungan Makorem memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi dan berbincang langsung dengan para prajurit.

Kegiatan yang berlangsung singkat itu sekaligus memperlihatkan bahwa kedekatan TNI dengan masyarakat dapat dibangun melalui hal-hal sederhana. Duduk bersama, berbincang, dan berbagi hidangan menjadi cara untuk merawat hubungan antara prajurit dan rakyat.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi