
MAKASSAR, CAKRAWARTA.com – Di antara puing rumah dan tenda pengungsian, 35 anak penyintas kebakaran di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali membawa harapan untuk melanjutkan sekolah. Mereka menerima tas dan perlengkapan belajar setelah sebagian barang sekolah mereka ikut hangus dalam kebakaran pada 31 Juli 2026 lalu itu.
Bantuan perlengkapan sekolah itu disalurkan DT Peduli Sulawesi Selatan bersama Hisana Makassar Raya, pada Selasa (1/9/2026) sore. Sebanyak 35 anak menerima bantuan tersebut, terdiri atas 25 siswa sekolah dasar (SD), enam siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan empat siswa sekolah menengah atas (SMA).
Penyaluran berlangsung di tenda pengungsian warga di Jalan Sultan Abdullah Raya RT 4 dan RT 5, Kelurahan Tallo. Paket yang diberikan antara lain tas, sepatu, buku tulis, pulpen, buku gambar, penggaris, pensil warna, dan stabilo.
Bagi anak-anak penyintas, bantuan tersebut menjadi penting karena kebakaran tidak hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga perlengkapan yang mereka gunakan untuk bersekolah.
Tim DT Peduli Sulsel bersama Hisana Makassar Raya tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WITA. Karena sebagian penerima bantuan masih dalam perjalanan pulang sekolah, penyaluran dilakukan setelah tim berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Anak-anak kemudian berkumpul di tenda pengungsian dan menerima bantuan secara tertib. Suasana haru bercampur gembira terlihat ketika mereka mendapatkan perlengkapan sekolah baru di tengah kondisi pengungsian.
Ketua RT 5 RW 4 Kelurahan Tallo, Nirma, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warga terdampak kebakaran.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Hisana dan DT Peduli. Semoga bantuan ini berkah dan semua yang membantu selalu diberi kesehatan,” ujarnya.
Saat dihubungi media ini, Rabu (2/9/2026) siang, Staf Program DT Peduli Sulsel, Fergiawan, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendampingi masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak kebakaran.
“Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak yang terdampak kebakaran di Tallo,” katanya.
Menurut Fergiawan, kebutuhan anak-anak penyintas masih cukup banyak. Paket yang disalurkan kali ini belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan perlengkapan sekolah. Karena itu, ia berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk memberikan dukungan sehingga bantuan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Fergiawan juga mengapresiasi Hisana Makassar Raya sebagai pendukung utama program tersebut serta sejumlah majelis taklim yang ikut berpartisipasi, yakni MT Pondok Madinah, MT Al Khairat, MT Multazam, MT Al Ikhlas, dan MT Al Irsyad.
Perwakilan Hisana Makassar Raya, Fajar, mengatakan bantuan perlengkapan sekolah diberikan untuk membantu meringankan beban anak-anak dan keluarga yang terdampak kebakaran.
“Semoga bantuan ini memberikan keberkahan bagi para penyintas. Kami bersama DT Peduli akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.
Kebakaran yang terjadi pada 31 Juli 2026 membuat sejumlah keluarga di kawasan tersebut harus bertahan di tenda pengungsian. Di tengah kondisi itu, keberlanjutan pendidikan anak menjadi salah satu perhatian penting.
Bantuan perlengkapan sekolah diharapkan membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih percaya diri. Tas, sepatu, buku, dan alat tulis yang mereka terima menjadi simbol bahwa di tengah kehilangan, masih ada tangan-tangan yang membantu mereka bangkit.
Karena, kebakaran mungkin menghanguskan rumah dan barang-barang milik mereka, tetapi semangat anak-anak Tallo untuk kembali bersekolah tidak boleh ikut padam.(*)
Kontributor: Mirah
Editor: Abdel Rafi








