Kemarau Makin Kering, 6.000 Liter Air Bersih Digelontorkan untuk Warga Dongko

Koramil, Polsek dan BPBD serta Pemerintah Kecamatan Dongko Trenggalek menyalurkan ribuan liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (20/8/2026). (foto: Arwang)

TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Musim kemarau mulai menyulitkan warga memperoleh air bersih di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Merespons kondisi tersebut, TNI dan Polri bersama pemerintah daerah menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada warga Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kamis (20/8/2026).

Bantuan air bersih disalurkan Koramil 0806-13/Dongko bersama Polsek Dongko, Pemerintah Kecamatan Dongko, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada warga yang terdampak kekeringan. Air diangkut menggunakan mobil tangki dan didistribusikan ke sejumlah wadah yang telah disiapkan masyarakat.

Bati Wanwil Koramil 0806-13/Dongko Serka Sahroni mengatakan distribusi air tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

“Hari ini kami mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 6.000 liter kepada warga Desa Pringapus. Ini bentuk kepedulian agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kekeringan,” ujar Sahroni.

Menurut dia, penanganan dampak kekeringan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran. Kehadiran TNI dan Polri bersama pemerintah kecamatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Sahroni mengatakan TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau, terutama jika kebutuhan air bersih masih berlanjut.

“Kami akan terus bersinergi dan hadir di tengah masyarakat. Selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, kami siap berkoordinasi untuk memberikan dukungan sesuai kemampuan yang ada,” katanya.

Bagi warga Desa Pringapus, distribusi air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan akibat kemarau.

Aparat bersama pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat dilakukan penanganan sesuai kebutuhan.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi