
TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Kemarau panjang membuat warga di sejumlah desa di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyalurkan 24.000 liter air bersih kepada warga, Sabtu (29/8/2026).
Bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari penyaluran bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan Koramil 0806-11/Panggul bersama Polsek Panggul dan BPBD Trenggalek.
Empat desa menjadi sasaran distribusi, yakni Desa Banjar, Kertosono, Manggis, dan Tangkil. Warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.
Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 10.000 liter air bersih diberikan kepada warga Desa Banjar, 4.000 liter untuk Desa Kertosono, 6.000 liter untuk Desa Manggis, dan 4.000 liter untuk Desa Tangkil.
Dengan total 24.000 liter, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
Danramil 0806-11/Panggul Letda Inf Anom Jatmiko mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi perhatian pemerintah dan aparat di tengah kemarau panjang. Menurut dia, TNI-Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“TNI-Polri bersama pemerintah daerah akan terus bersinergi menangani kesulitan air bersih di wilayah Trenggalek. Kami akan berupaya memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Anom.
Menurut Anom, penanganan kekeringan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Selain TNI dan Polri, BPBD serta pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Ia menegaskan koordinasi dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami tidak ingin masyarakat menghadapi kesulitan ini sendirian. TNI-Polri dan pemerintah akan terus hadir, berkoordinasi, serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi kemarau berlangsung,” ujarnya.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons terhadap dampak kekeringan di Kecamatan Panggul. Bantuan diharapkan dapat menjaga akses warga terhadap air bersih sekaligus mengurangi dampak kemarau terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








