Danrem Erwin: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa, Jangan Tunggu Punya Banyak untuk Berbagi

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung saat mendonorkan darahnya di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun, Senin (2/11/2026). (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Bahkan, setetes darah yang disumbangkan secara sukarela dapat menjadi penentu keselamatan hidup seseorang. Pesan kemanusiaan itulah yang disampaikan Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung saat mendonorkan darahnya di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun, Senin (2/11/2026).

Bagi Erwin, donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bentuk kepedulian sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh orang lain. Karena itu, ia mengaku berupaya menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin selama kondisi kesehatan memungkinkan.

“Setetes darah yang kita sumbangkan bisa sangat berarti bagi keselamatan nyawa seseorang. Karena itu, selama masih diberikan kesehatan dan kesempatan, saya berupaya untuk rutin mendonorkan darah,” katanya usai mendonorkan darahnya.

Perwira menengah TNI Angkatan Darat tersebut menilai, masih banyak cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu sesama. Seseorang tidak harus menunggu memiliki kekayaan, jabatan, ataupun kemampuan besar untuk mulai berbagi.

Menurutnya, kepedulian justru dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran terhadap kebutuhan orang lain.

“Jangan menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk bisa membantu orang lain. Selama kita mampu dan memenuhi syarat untuk donor darah, mari kita lakukan,” ujarnya.

“Karena apa yang kita anggap sederhana, bisa jadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Danrem Erwin mengatakan bahwa kegiatan donor darah juga mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurut dia, semangat saling membantu dan kepedulian sosial perlu terus dipelihara agar masyarakat tidak hanya memiliki kepekaan terhadap persoalan pribadi, tetapi juga terhadap keselamatan dan kebutuhan orang lain.

Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana solidaritas sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi kemanusiaan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Selain menjadi bagian dari pola hidup sehat bagi mereka yang memenuhi persyaratan medis, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah.

Pesan yang ingin disampaikan Danrem 081/DSJ tersebut sederhana: untuk berbuat baik tidak perlu menunggu memiliki segalanya. Selama ada kesempatan dan kemampuan, setiap orang dapat mengambil bagian dalam menyelamatkan kehidupan orang lain.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi