
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kepedulian warga Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur terhadap masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh diwujudkan melalui pembangunan kembali tujuh fasilitas keagamaan dan sosial yang rusak akibat bencana pada 26 November 2025. Bantuan yang disalurkan melalui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) Jatim itu mendapat apresiasi dari masyarakat penerima manfaat.
Salah satu ungkapan terima kasih datang dari Lailawati, penanggung jawab penerima bantuan Balai Pengajian Rahma Nizar di Aceh Tamiang. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga NU Jawa Timur dan para donatur yang telah membantu memulihkan fasilitas pendidikan agama bagi masyarakat setempat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada warga NU Jawa Timur dan seluruh donatur yang telah mendukung pembangunan fasilitas keagamaan, juga terima kasih kepada LazisNU Jatim atas bantuan pembangunan kembali balai pengajian kami,” kata Lailawati, Jumat (16/10/2026).
Bagi masyarakat penerima manfaat, pembangunan kembali balai pengajian tersebut bukan sekadar pemulihan bangunan yang rusak akibat bencana. Kehadiran fasilitas itu juga diharapkan dapat menghidupkan kembali kegiatan pendidikan agama, khususnya bagi anak-anak di kawasan terdampak.
Atas nama pimpinan Balai Pengajian Rahma Nizar, Lailawati berharap bantuan tersebut menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan kembali.
“Atas nama pimpinan Balai Pengajian Rahma Nizar, saya mengucapkan terima kasih kepada LazisNU Jatim. Semoga Allah membalas segala kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya,” ujarnya.
Berdasarkan data LazisNU Jatim, terdapat tujuh fasilitas keagamaan dan sosial di Aceh yang dibangun kembali setelah terdampak banjir bandang. Empat fasilitas berada di Kabupaten Aceh Tamiang, sedangkan tiga lainnya berada di Kabupaten Aceh Timur.
Di Aceh Tamiang, bantuan pembangunan mencakup Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qisroh, Balai Pengajian Rahma Nizar, Balai NU Tengku Ja’far, serta Balai NU Pondok Pesantren Tahfidz Al-Musthofa.
Sementara itu, di Aceh Timur, bantuan diberikan untuk Balai NU TPQ Baiturrahman, mushala Pondok Pesantren Darussalam, serta fasilitas sanitasi Masjid Amal Ikhlas.
Pemulihan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan agama dan aktivitas sosial-keagamaan masyarakat setelah bencana.
Diresmikan pada Momentum Hari Santri
PWNU Jawa Timur meresmikan fasilitas keagamaan dan sosial hasil pembangunan kembali tersebut pada 14-15 Oktober 2026 di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Bantuan yang dihimpun dari warga NU Jawa Timur dan disalurkan melalui LazisNU Jatim itu diserahkan langsung oleh Wakil Rais PWNU Jatim KH. Abdul Matin Djawahir dan Pelaksana Tugas Harian (Plh) Ketua PWNU Jatim KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Keduanya didampingi Sekretaris LazisNU Jatim Moch Rofi’i Boenawi dan Bendahara LazisNU Jatim Tamsil Ainnur Rizal.
Plh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KHM Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, mengatakan bantuan yang diresmikan pada momentum Hari Santri 2026 itu diharapkan dapat menunjang kembali kegiatan pendidikan agama bagi masyarakat setempat setelah banjir bandang pada 26 November 2025.
“Alhamdulillah, kini fasilitas tersebut telah berdiri kembali, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Mudah-mudahan balai ini bermanfaat, terus dijaga, dan diramaikan dengan kegiatan belajar mengajar, khususnya belajar membaca Al-Qur’an dan pendidikan dasar agama bagi anak-anak,” ujarnya, Jumat.
Gus Firjaun juga mengajak masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur untuk bersama-sama menjaga serta merawat bangunan yang telah dibangun kembali agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberlangsungan fungsi fasilitas tersebut tidak hanya bergantung pada kondisi bangunan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat untuk memastikan kegiatan pendidikan agama terus berjalan.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu pembangunan kembali balai pengajian dan fasilitas keagamaan lainnya bagi masyarakat terdampak bencana.
“Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan para guru yang telah mengajarkan ilmu kepada anak-anak di kawasan ini,” tuturnya.
Pembangunan kembali tujuh fasilitas keagamaan dan sosial tersebut melanjutkan rangkaian bantuan LazisNU Jatim bagi warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Sebelumnya, LazisNU Jatim telah menyalurkan beragam bantuan kemanusiaan, antara lain 40 ribu porsi menu berbuka puasa dan sahur, Al-Qur’an, perlengkapan salat, serta ribuan kebutuhan logistik lainnya.
Melalui rangkaian bantuan tersebut, PWNU dan LazisNU Jatim berupaya mendukung pemulihan masyarakat terdampak, termasuk mengembalikan fungsi fasilitas pendidikan agama agar kembali menjadi ruang belajar, beribadah, dan beraktivitas sosial bagi warga setempat.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








