Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Irisan Melon, Cara Unik Semarakkan HUT ke-81 Jatim

Jamaah sholat Jumat menerima pembagian melon hasil kebun Masjid Al-Akbar Surabaya dan dalam momen merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Ada cara sederhana untuk merayakan hari jadi sebuah provinsi: berbagi hasil panen kepada sesama. Itulah yang dilakukan Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dengan membagikan 810 irisan melon hasil budidaya green house kepada jamaah seusai Shalat Jumat, Jumat (16/10/2026).

Sebanyak 810 irisan melon dari berbagai varietas tersebut merupakan bagian dari hasil panen ke-16 yang berlangsung pada 27 September 2026. Jumlahnya sengaja disesuaikan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober 2026.

Humas MAS, H Helmy M Noor, menjelaskan bahwa melon yang dibagikan berasal dari panen saat Penasihat Presiden Palestina HE Dr Mahmoud Sedqi Abdalrahman Al-Habbash bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Green House dan Al-Akbar FishTech MAS.

“Melon itu dipanen saat Penasihat Presiden Palestina HE Dr Mahmoud Sedqi Abdalrahman Al-Habbash beserta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi ‘Green House’ dan ‘Al-Akbar FishTech’ MAS,” kata Helmy di Masjid Al-Akbar Surabaya, saat ditemui pasca pelaksanaan acara.

Ia menjelaskan, setiap buah melon dapat menghasilkan sekitar 15 irisan atau kupasan. Dengan demikian, 810 irisan yang dibagikan kepada jamaah berasal dari sekitar 54 buah melon.

“Jadi, kalau kita bagikan 810 irisan/kupasan melon itu berarti dari 54 melon. Pemprov Jatim pada 12 Oktober 2026 memperingati Hari Jadi ke-81, jadi kita bagikan 810 irisan melon,” katanya.

Bagi Masjid Al-Akbar Surabaya, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan buah kepada jamaah. Panen melon menjadi bagian dari pengembangan budidaya pangan yang memadukan pemanfaatan lahan, inovasi teknologi pertanian, dan semangat berbagi.

Empat bulan sebelumnya, tepatnya 17 Juni 2026, BPP MAS juga memanen ratusan buah melon dari berbagai varietas di kawasan Green House MAS. Panen saat itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekaligus diikuti penebaran 3.000 benih ikan air tawar di enam bioflok melalui program Al-Akbar FishTech.

Melon yang dibudidayakan di kawasan tersebut terdiri atas lima varietas, yakni Alisha F1, Leoni, Dalmatian, Sweet Hami, dan Inthanon RZ.

Panen kali ini juga menandai penerapan pola tanam terbaru. Jika sebelumnya budidaya menggunakan sistem hidroponik dengan media polybag, kini MAS menerapkan hidroponik menggunakan gully berbentuk trapesium.

Inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana kawasan masjid dapat dikembangkan tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai ruang produktif untuk budidaya pangan dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Manfaat itu dirasakan langsung oleh jamaah yang memperoleh bagian dari hasil panen. Salah satunya Didik, warga Tandes, Surabaya, yang mengaku menikmati rasa melon sekaligus mengapresiasi inisiatif pengelola masjid.

“Manis sekali rasanya melon masjid ini, mantap. Saya ikut senang kalau Masjid Al-Akbar ini punya kebun melon, apalagi hasilnya juga dibagikan kepada kami (jamaah). Kalau ada panen lagi, saya ingin ke sini,” kata Didik saat menyantap irisan melon.

Mendapat Apresiasi Imam Masjid Al-Aqsa

Budidaya melon dan ikan air tawar yang dikembangkan Masjid Al-Akbar Surabaya juga mendapat apresiasi dari Imam Masjid Al-Aqsa, HE Syekh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein.

Apresiasi itu disampaikan saat ia mendampingi Penasihat Presiden Palestina HE Dr Mahmoud Sedqi Abdalrahman Al-Habbash mengunjungi Green House dan Al-Akbar FishTech MAS pada 27 September 2026.

Bagi Syekh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, kegiatan budidaya tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas pangan. Usaha itu dinilainya mencerminkan nilai keimanan yang diwujudkan melalui kegiatan produktif.

“Upaya yang dilakukan Masjid Al-Akbar dengan budidaya ikan dan melon itu merupakan simbol dari kuatnya iman seorang Muslim. Semoga, usaha yang dilakukan Masjid Al-Akbar ini membawa keberkahan untuk semua umat Islam,” katanya.

Pembagian 810 irisan melon kepada jamaah pun menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana hasil pengelolaan masjid dapat dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat. Dari kebun melon, manfaatnya tidak berhenti pada panen, tetapi berlanjut menjadi pengalaman berbagi yang dinikmati jamaah.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi