
SEOUL, CAKRAWARTA.com – CORTIS mencetak pencapaian monumental di dunia K-pop! Boy group generasi kelima ini menjadi grup pria generasi kelima pertama yang berhasil menembus angka 7 juta anggota di Weverse. Namun, perayaan rekor tersebut justru diwarnai momen tak terduga yang membuat para penggemar tertawa terbahak-bahak.
Pada 15 Oktober, Martin merayakan tonggak bersejarah tersebut dengan membagikan foto kelima anggota CORTIS, disertai pesan hangat untuk fandom mereka, COER. Unggahan itu semestinya menjadi momen manis untuk merayakan semakin besarnya dukungan penggemar terhadap grup tersebut.
Namun, ada satu detail yang langsung mencuri perhatian.
Alih-alih langsung menampilkan pesan khusus untuk penggemar, keterangan foto Martin justru dibuka dengan kalimat yang tampaknya merupakan instruksi internal dari staf, “Yes, I have confirmed it. Please upload this photo with the caption below!”
Kalimat yang seharusnya menjadi arahan sebelum sebuah unggahan dipublikasikan itu malah ikut tayang di hadapan penggemar. Kesalahan copy-paste tersebut sontak mengubah perayaan pencapaian besar CORTIS menjadi momen jenaka yang ramai diperbincangkan oleh para penggemar.
Alih-alih membuat suasana menjadi canggung, kejadian tersebut justru memperlihatkan sisi spontan yang menghibur dari interaksi antara CORTIS dan COER.
Martin pun tampaknya menyadari kelucuan situasi tersebut. Ketika seorang penggemar melontarkan komentar bernada menggoda, ia ikut menanggapi lelucon itu dengan emoji wajah sedih. Respons singkat tersebut semakin menambah daya tarik momen yang telanjur menjadi bahan candaan di kalangan penggemar.
Di balik insiden kecil itu, pencapaian tujuh juta anggota Weverse tetap menjadi sorotan utama. Keberhasilan CORTIS menembus angka tersebut menandai besarnya jangkauan komunitas penggemar mereka di platform yang menjadi salah satu ruang interaksi penting antara artis K-pop dan penggemarnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di era media sosial, momen yang paling membekas tidak selalu datang dari pengumuman yang dirancang sempurna. Terkadang, satu kalimat yang lolos dari proses penyuntingan justru menghadirkan interaksi yang terasa lebih spontan dan menghibur.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








