Fernaldy Rheza, Bukti Lulusan Vokasi Bisa Berkembang di Industri Profesional dan Teknologi

Fernaldy Rheza Hariyanto, alumnus D3 Akuntansi Fakultas Vokasi UNAIR. (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi kuat bagi seseorang untuk mengembangkan karier di industri profesional sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal itu tercermin dalam perjalanan Fernaldy Rheza Hariyanto, alumnus D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), yang mengawali karier sebagai auditor di firma Big Four dan kini mengembangkan kompetensinya dalam transformasi digital fungsi akuntansi.

Fernaldy, yang akrab disapa Aldy, memulai pendidikan D3 Akuntansi di Universitas Airlangga pada 2017 dan menyelesaikannya pada 2020. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Sebelas Maret pada 2020-2022, kemudian menempuh Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) di Universitas Diponegoro pada 2022-2023.

Perjalanan pendidikan tersebut menjadi bekal bagi Aldy untuk memasuki dunia kerja dengan pemahaman akuntansi yang kuat, sekaligus memperluas wawasan mengenai proses bisnis dan pelaporan keuangan.

Karier profesionalnya dimulai pada Januari 2022 ketika bergabung dengan EY (Ernst & Young), salah satu firma jasa profesional dalam kelompok Big Four. Hingga September 2026, ia telah memperoleh pengalaman sekitar empat tahun sembilan bulan dalam lingkungan audit profesional.

Selama bekerja di EY, Aldy menangani pekerjaan audit laporan keuangan dan memperoleh kesempatan memahami proses bisnis dari berbagai industri. Pengalaman tersebut juga membantunya mengenali pentingnya pengendalian internal, pengelolaan risiko, serta keandalan informasi keuangan dalam mendukung keputusan perusahaan.

“Pengalaman sebagai auditor memberikan perspektif yang sangat luas. Tidak hanya memahami angka dalam laporan keuangan, tetapi juga memahami bagaimana sebuah bisnis berjalan, bagaimana risiko dikelola, dan bagaimana keputusan bisnis dibuat,” ujar Aldy.

Setelah menyelesaikan perjalanan kariernya di EY pada September 2026, Aldy melanjutkan kiprahnya sebagai Accounting Assistant Manager di Nabati Group. Pada posisi tersebut, ia berfokus pada akuntansi dan pelaporan keuangan sekaligus memperluas perhatian terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses bisnis.

Perjalanan Aldy menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi salah satu jalur untuk membangun kompetensi profesional yang berkelanjutan. Bekal pendidikan yang berorientasi pada penerapan praktis menjadi titik awal, kemudian diperkuat melalui pendidikan lanjutan, pengalaman kerja, dan sertifikasi profesi.

Setelah menyelesaikan pendidikan D3, Aldy melanjutkan studi sarjana dan pendidikan profesi untuk memperdalam keilmuan serta memperluas kompetensinya di bidang akuntansi.

Baginya, pengembangan karier tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Dunia profesional menuntut kemampuan untuk terus belajar, menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi, serta memahami kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Aldy juga menilai sertifikasi profesional sebagai bagian penting dalam pengembangan kompetensi akuntan. Sertifikasi dapat menjadi sarana untuk menunjukkan penguasaan keahlian sekaligus membuka peluang berkarier di lingkungan kerja yang lebih luas.

Sejumlah gelar dan sertifikasi yang telah diperolehnya meliputi Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Ak), Sarjana Akuntansi (S.Ak), Akuntan (Ak), Chartered Accountant (CA), ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA), Registered Technical Analyst (RTA), dan Registered Securities Analyst (RSA).

Selain itu, Aldy menyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan ujian CPA Indonesia dan sedang dalam proses pengurusan sertifikat CPA per September 2026.

Di tengah perkembangan teknologi, profesi akuntan menghadapi perubahan dalam cara pekerjaan dilakukan dan nilai yang diharapkan dari seorang profesional.

Pemanfaatan artificial intelligence atau akal imitasi (AI), otomatisasi, dan analisis data membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi proses akuntansi, terutama dalam pekerjaan yang berulang, pengolahan data, dan penyusunan informasi untuk kebutuhan bisnis.

Namun, perubahan tersebut juga menuntut akuntan memperluas kompetensi. Penguasaan standar akuntansi dan kemampuan menyusun laporan keuangan tetap menjadi fondasi utama, tetapi perlu dilengkapi dengan pemahaman teknologi, analisis data, dan proses bisnis.

Menurut Aldy, akuntan masa depan tidak cukup hanya memahami angka dalam laporan keuangan. Mereka juga perlu mampu membaca informasi, memahami konteks bisnis, dan menggunakan teknologi untuk menghasilkan analisis yang bermanfaat bagi organisasi.

Dalam perannya di Nabati Group, ia mulai mendalami pemanfaatan AI, otomatisasi, dan big data untuk mendukung transformasi digital dalam fungsi akuntansi.

Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai alat untuk mendukung pekerjaan profesional, bukan menggantikan seluruh peran akuntan. Pengawasan manusia, pengendalian internal, ketepatan data, dan pertimbangan profesional tetap diperlukan agar informasi keuangan dapat diandalkan.

Perubahan ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang ingin menekuni profesi akuntansi. Kemampuan menggabungkan pengetahuan dasar, pengalaman praktis, dan literasi teknologi dapat menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Selain menjalani karier profesional, Aldy aktif berbagi pengetahuan melalui akun TikTok OkaneTalks. Platform tersebut memuat edukasi mengenai akuntansi, audit, pengalaman bekerja di industri profesional, serta tips mempersiapkan sertifikasi.

Melalui konten yang dibagikannya, Aldy berupaya memberikan gambaran mengenai dunia kerja akuntansi kepada mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengembangkan karier di bidang tersebut.

Pengalaman di industri audit menjadi salah satu sumber pembelajaran yang ia bagikan, termasuk mengenai kesiapan menghadapi proses rekrutmen, pentingnya kompetensi profesional, dan pengembangan kemampuan secara berkelanjutan.

Baginya, berbagi pengetahuan merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat pengalaman profesional. Informasi yang relevan diharapkan dapat membantu generasi muda memahami pilihan karier dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Aldy mengaku bersyukur atas perjalanan yang dimulainya dari bangku D3 Akuntansi Universitas Airlangga. Ia tidak pernah membayangkan bahwa pilihannya mempelajari akuntansi sejak 2017 akan membawanya berkarier di firma Big Four, memimpin tim pada usia dua puluhan, hingga dipercaya menempati posisi Assistant Manager.

“Ketika melihat kembali perjalanan dari mahasiswa D3 Akuntansi hingga menjadi profesional akuntansi, saya merasa bersyukur dengan pilihan yang saya ambil. Pendidikan menjadi fondasi, tetapi kemauan untuk terus belajar yang membawa seseorang berkembang,” kata Aldy.

Ia menyebut dukungan keluarga dan doa orang tua sebagai bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Di luar pekerjaan, Aldy juga berupaya menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri mengikuti full marathon dan menekuni renang jarak jauh. Ia telah menyelesaikan renang sejauh lima kilometer sebagai salah satu pencapaian personalnya.

Ke depan, Aldy ingin terus mengembangkan kompetensi di bidang akuntansi, keuangan, dan perpajakan, sekaligus memperdalam pemanfaatan AI, otomatisasi, dan analisis data untuk mendukung transformasi digital dalam proses akuntansi dan bisnis.(*)

Kontributor: Vioretha

Editor: Abdel Rafi