Awali Hari Santri 2026, PWNU Jatim Bangun Kembali 7 Fasilitas Keagamaan Korban Banjir Aceh

Penandatanganan prasasti bangunan dari bantuan PWNU Jatim kepada masyarakat Aceh korban banjir bandang oleh PWNU Jatim, Minggu (11/10/2026) sebelum kemudian pada 13-14 Oktober 2026 akan diserahkan ke Aceh. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZISNU) Jatim menyerahkan bantuan tujuh bangunan fasilitas keagamaan dan sosial kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. Penyerahan bantuan pada 13-14 Oktober 2026 tersebut, akan menjadi agenda pertama setelah peluncuran rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 oleh PWNU Jatim.

Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, mengatakan peluncuran rangkaian HSN 2026 telah dilaksanakan di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, pada Minggu (11/10/2026). Selanjutnya, PWNU Jatim mengawali agenda peringatan Hari Santri dengan menyerahkan langsung bantuan pembangunan fasilitas bagi masyarakat Aceh melalui PWNU Aceh.

“HSN 2026 telah dilakukan kick off oleh PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban pada Ahad (11/10/2026), lalu agenda pertama setelah kick off adalah penyerahan bantuan tujuh bangunan yang langsung dilakukan oleh PWNU Jatim ke Aceh pada 13-14 Oktober,” kata Rofii di Surabaya, Senin (12/10/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir bersama Pelaksana Harian (Plh) Ketua PWNU Jatim KHM Firjaun Barlaman kepada masing-masing pengasuh fasilitas penerima bantuan.

Tujuh fasilitas tersebut meliputi Balai Nahdlatul Ulama Tengku Jafar, Musala Pondok Pesantren Darussalam, Sanitasi Masjid Amal Ikhlas, Balai Pengajian Rahma Nizar, Balai Nahdlatul Ulama Musthofa Pesantren Tahfidz Al Musthofa, Pondok Tahfidz Al Qisroh, dan Balai Nahdlatul Ulama TPQ Baiturahman.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan fasilitas keagamaan dan sosial yang terdampak banjir bandang. Selain mendukung kegiatan ibadah, keberadaan fasilitas itu diharapkan kembali menunjang aktivitas pendidikan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Rofii mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian warga Nahdliyin di Jawa Timur bersama para donatur yang menyalurkan amanah melalui NU Care-LAZISNU PWNU Jatim.

Ia menggambarkan bencana banjir bandang telah merusak tempat-tempat yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Karena itu, pembangunan kembali fasilitas tersebut bukan sekadar bantuan fisik, melainkan juga bentuk solidaritas antarsesama warga bangsa.

“Balai pengajian dan tempat ibadah yang dulu penuh lantunan ayat suci itu seketika runtuh diterjang bencana dan PWNU Jatim pun turut berduka melalui bantuan fisik sebagai tali ikatan Ukhuwah Wathaniyah yang tak terputus jarak,” katanya.

Menurut Rofii, semangat kebersamaan itulah yang mendorong warga Nahdliyin dan para donatur bergandengan tangan membantu masyarakat Aceh membangun kembali fasilitas yang rusak akibat bencana.

“Alhamdulillah, kini tujuh fasilitas keagamaan dan sosial telah berdiri kokoh. Prasasti peresmian itu juga sudah ditandatangani langsung oleh Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur dan Plh Ketua PWNU Jatim KHM Firjaun Barlaman pada pekan lalu, tapi penyerahan langsung ke Aceh oleh Wakil Rais PWNU Jatim dan Plh Ketua PWNU Jatim,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan para donatur menjadi bagian penting dari terlaksananya pembangunan tersebut. Karena itu, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan bantuan melalui NU Care-LAZISNU PWNU Jatim.

“Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur dan Sahabat Peduli Jatim. Setiap rupiah yang Saudara titipkan kini telah kembali menghidupkan asa dan syiar Islam di Tanah Rencong. Jazaakumullah khairan katsiran,” katanya.

HSN 2026 Berlanjut dengan Agenda di Sejumlah Daerah

Setelah penyerahan bantuan ke Aceh, PWNU Jatim telah menyiapkan rangkaian kegiatan HSN 2026 yang berlangsung hingga akhir November.

Agenda tersebut meliputi ziarah muassis di Jombang pada 18 Oktober, ziarah muharrik di sembilan kota pada 20 Oktober, serta Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jatim pada 22 Oktober.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan HSN Soccer League 2026 pada 27–31 Oktober, Mujahadah Kubro di Gedung HBNO/PCNU Surabaya pada 9 November, dan Halaqah Pesantren di PWNU Jatim pada 14 November.

Pada tanggal yang sama, 14–15 November, PWNU Jatim juga menjadwalkan Jelajah Santri di Probolinggo. Agenda berikutnya meliputi Apel Kader NU di Bondowoso pada 21 November, NUConomic di Bondowoso pada 22 November, serta Bahtsul Masail di Blitar pada 28-29 November.

Selain itu, rangkaian HSN juga mencakup Lomba Kinerja Antar-PRNU, Rembuk Media, dan Podcast Pendidikan PTNU.

Melalui rangkaian tersebut, PWNU Jatim tidak hanya mengisi peringatan Hari Santri dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi sosial yang menegaskan pentingnya kepedulian, gotong royong, dan persaudaraan kebangsaan.

Penyerahan tujuh fasilitas keagamaan dan sosial di Aceh menjadi salah satu wujud nyata semangat tersebut: bahwa solidaritas tidak berhenti pada doa dan ungkapan simpati, tetapi juga diwujudkan melalui upaya membantu masyarakat bangkit setelah bencana.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi