Buka Suara soal Gaya Kepemimpinannya, Danrem Untoro: “Keras” demi Pembinaan dan Kasih Sayang

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dan istri saat memberikan arahan kepada seluruh anggota di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan Nomor 50, Kota Madiun, Senin (12/10/2026). (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyampaikan pesan menyentuh kepada prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Korem 081/DSJ menjelang berakhirnya sekitar 20 bulan masa kepemimpinannya. Ia mengakui gaya kepemimpinannya mungkin dinilai keras, tetapi menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari pembinaan sekaligus bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anggotanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Danrem 081/DSJ itu saat memberikan arahan kepada seluruh anggota di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan Nomor 50, Kota Madiun, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Untoro menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, serta kerja sama seluruh anggota selama dirinya memimpin Korem 081/DSJ.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota, baik prajurit maupun PNS. Selama kurang lebih 20 bulan ini, kita telah melewati banyak hal bersama, baik suka maupun duka,” katanya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para anggota Persit yang selama ini turut mendukung pelaksanaan tugas keluarga besar Korem 081/DSJ.

“Terima kasih juga kepada ibu-ibu pengurus Persit yang telah banyak membantu istri saya dalam menjalankan tugas,” imbuhnya.

Di hadapan anggotanya, Untoro mengungkapkan bahwa berbagai dinamika, pengalaman, serta suka dan duka selama menjalankan tugas akan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang tidak mudah dilupakan.

Ia pun secara pribadi menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan di hati para anggota.

Menurut Untoro, dinamika dalam kehidupan militer merupakan bagian dari proses pembinaan untuk membentuk prajurit yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Jika selama saya memimpin mungkin dinilai keras, atau ada perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan, saya secara pribadi memohon maaf. Apa yang saya lakukan merupakan bagian dari pembinaan, sekaligus bentuk perhatian dan kasih sayang saya kepada kalian,” terangnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pesan Untoro kepada anggotanya bahwa ketegasan dalam kepemimpinan militer, menurut dirinya, tidak terlepas dari upaya membangun kedisiplinan dan kesiapan prajurit dalam menjalankan pengabdian.

Selain menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf, Untoro mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kebersamaan serta mendoakan agar setiap personel senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas.

Ia juga berpesan agar berbagai program dan capaian yang telah dirintis bersama selama masa kepemimpinannya dapat dilanjutkan sehingga tetap memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

“Saya mohon doa dan mari kita sama-sama berdoa agar kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan. Sudah banyak hal yang kita perbuat, semoga apa yang telah kita lakukan dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan Untoro agar kebersamaan yang telah terbangun selama kurang lebih 20 bulan kepemimpinannya tetap terjaga. Ia berharap semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kerja sama yang telah dijalankan bersama dapat terus menjadi bekal bagi seluruh anggota Korem 081/DSJ dalam melaksanakan tugas kepada bangsa dan negara.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi