
BANGKALAN, CAKRAWARTA.com – Persoalan kesulitan air bersih yang masih dialami sebagian masyarakat di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendapat perhatian Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR). Melalui Pengurus Cabang (PC) IKA UNAIR Bangkalan bersama Pengurus Wilayah (PW) IKA UNAIR Jawa Timur, upaya pemetaan kebutuhan dan penjajakan solusi untuk membantu masyarakat mulai dilakukan.
Langkah tersebut diawali melalui kunjungan dan koordinasi ke Kecamatan Kokop, Senin (2/11/2026). Rombongan IKA UNAIR diterima langsung Camat Kokop Yahya Rochman, yang juga merupakan alumni UNAIR, serta Kepala Desa Mandung, Abdul Kholik.
Kunjungan tersebut bertujuan menggali informasi secara langsung mengenai kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama ketika memasuki musim kemarau. Selain mengidentifikasi persoalan, koordinasi itu juga dilakukan untuk memetakan potensi dan peluang kolaborasi dalam menghadirkan solusi yang tepat bagi warga.
Camat Kokop Yahya Rochman menyambut positif inisiatif IKA UNAIR dan menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program kemasyarakatan yang akan dilaksanakan di wilayahnya.
“Ayo IKA UNAIR bikin program di Kecamatan Kokop, saya siap support penuh,” ujar Yahya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Mandung Abdul Kholik. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat di desanya menghadapi kesulitan air bersih ketika musim kemarau tiba.
“Desa kami sebagian besar kesulitan air saat musim kemarau, saya siap mendukung penuh jika IKA UNAIR mau membantu mengatasi masalah tersebut,” katanya.
IKA UNAIR Dorong Program Berdampak Langsung
Ketua PC IKA UNAIR Bangkalan, dr. Raudlatul Hikmah, mengatakan bahwa berbagai program yang dijalankan organisasinya diupayakan dapat memberikan manfaat nyata dan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, persoalan ketersediaan air bersih di Kecamatan Kokop menjadi salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian dan dicarikan solusi melalui kerja sama berbagai pihak.
“Program IKA UNAIR Bangkalan selalu diupayakan dapat memberikan dampak langsung ke masyarakat, salah satunya dengan mengatasi masalah kekurangan air ini, mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan dan kelancaran,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Berlian yang mewakili PW IKA UNAIR Jawa Timur menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi upaya penanganan persoalan air bersih melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun sektor swasta.
“Kami siap memfasilitasi masalah air ini dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dengan berbagai programnya,” ungkapnya.
Koordinasi yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kokop tersebut menghasilkan sejumlah informasi awal mengenai persoalan kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus potensi yang dapat dikembangkan untuk membantu mengatasinya.
Hasil koordinasi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui survei lapangan pada kesempatan berikutnya. Survei diperlukan untuk memperoleh gambaran lebih terperinci mengenai kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta kemungkinan program yang dapat direalisasikan.
Melalui langkah awal ini, IKA UNAIR Bangkalan bersama PW IKA UNAIR Jawa Timur berharap dapat membangun sinergi dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak terkait sehingga upaya membantu masyarakat memperoleh akses air bersih dapat diwujudkan secara konkret dan berkelanjutan sesuai arahan Ketua Umum PP IKA UNAIR, Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur.(*)
Kontributor: Zainal A
Editor: Abdel Rafi








