Kebutuhan Pengungsi Gempa Flores Mendesak, LAZISNU Jatim Targetkan 100 Tenda hingga 5.000 Paket Sembako

Momen ketika LazisNU Jatim mendapatkan dukungan donasi sosial untuk korban Gempa NTT dari Lazis Khadijah Surabaya, Jumat (2/10/2026). (foto: Lazisnu Jatim untuk Cakrwarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kebutuhan warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih cukup besar. NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur kini menggalang bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.

Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan donasi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa.

Kebutuhan tersebut meliputi 100 unit tenda pengungsian yang layak, 10 unit dapur umum, serta 5.000 paket sembako dan bahan pangan.

“Diantaranya 100 unit tenda pengungsian yang layak, 10 unit dapur umum, serta 5.000 paket sembako dan bahan pangan,” kata Rofii, Minggu (4/10/2026).

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, NU Care-LAZISNU Jatim menerima donasi sebesar Rp 32 juta dari Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS) Khadijah Surabaya.

Penyerahan donasi dilaksanakan di Kantor Yayasan Khadijah, Kota Surabaya, Jumat (2/10/2026). Donasi diserahkan oleh Ketua LAZIS Khadijah Surabaya, Hj Yulia Isti’anah, didampingi jajaran pengurus lainnya.

Tim Fundraising NU Care-LAZISNU Jatim, Friska Febriana, mengapresiasi kepercayaan LAZIS Khadijah yang menyalurkan donasi melalui NU Care-LAZISNU Jatim.

“Terima kasih kepada LAZIS Khadijah yang telah mempercayakan donasi ini kepada NU Care-LAZISNU Jatim,” kata Friska dalam keterangan di Surabaya, Ahad.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LAZIS Khadijah atas kepercayaan dan kepedulian tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan akan memiliki arti penting bagi warga yang tengah menghadapi dampak bencana.

“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak gempa di Flores,” katanya.

Friska juga berharap dukungan terhadap penanganan kebencanaan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antar lembaga. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk memperkuat respons terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Dirinya berharap kolaborasi dalam penanganan kebencanaan, baik di Jawa Timur secara khusus maupun di Indonesia secara umum, dapat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kerja sama antar lembaga menjadi bagian penting dalam memperkuat respons atas kebencanaan di daerah.

“Semoga, sinergi ini terus terjalin baik, sehingga bantuan kepada warga terdampak bencana dapat disalurkan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Donasi Rp32 juta tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui program tanggap darurat NU Care-LAZISNU Jatim bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, NTT.

Selain menghimpun donasi, NU Care-LAZISNU Jatim juga menyiapkan pengiriman bantuan tahap awal ke wilayah terdampak.

Rofii mengatakan bantuan tahap awal tersebut akan diberangkatkan pada awal Oktober 2026.

“Insya-Allah, awal Oktober ini akan ada keberangkatan bantuan tahap awal sebanyak satu kontainer yang akan dilepas langsung oleh PWNU Jatim,” katanya.

Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari respons NU Care-LAZISNU Jatim terhadap kondisi warga terdampak gempa Flores. Penggalangan donasi juga terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari tempat tinggal sementara, layanan dapur umum hingga kebutuhan pangan.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi