Situasi Pidie Kembali Kondusif Usai Bentrokan Penertiban Bendera Bulan Bintang, 14 Warga Jadi Korban

Suasana menegangkan saat bentrokan antara warga dan aparat ketika upaya penertiban bendera bulan bintang di Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). (foto: Cakrawarta)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Upaya penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh personel TNI Angkatan Darat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berujung bentrokan antara aparat dan sejumlah warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia, 13 warga mengalami luka-luka, serta enam personel TNI turut terluka.

Penertiban dilaksanakan oleh Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait setelah sebelumnya dilakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Dalam proses komunikasi tersebut, aparat telah meminta agar Bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan. Namun, menurut keterangan TNI AD, upaya mediasi belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Situasi kemudian berkembang menjadi ketegangan di lokasi. Sejumlah orang dilaporkan melakukan pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Aparat juga mendapati sejumlah orang membawa senjata tajam.

Menghadapi eskalasi tersebut, personel TNI berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Berdasarkan keterangan Dispenad, ketika tindakan anarkis berlanjut dan keselamatan personel terancam, aparat melakukan tindakan pengamanan secara bertahap, mulai dari tembakan peringatan menggunakan munisi hampa hingga penggunaan munisi karet.

Setelah massa membubarkan diri, personel TNI kemudian menurunkan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.

Selain penertiban di Kabupaten Pidie, TNI AD melalui Kodim 0102/Pidie juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat guna menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga stabilitas wilayah di tengah dinamika kegiatan masyarakat.

Dalam insiden di Desa Pulo Keunari, tercatat 14 warga menjadi korban. Satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Warga yang meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, berasal dari Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut. TNI juga menyampaikan harapan agar seluruh korban luka, baik dari masyarakat maupun personel, segera pulih.

Peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut menjadi perhatian serius TNI AD. Koordinasi dengan aparat terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan kondisi keamanan wilayah tetap terkendali.

TNI Kedepankan Pendekatan Persuasif dan Stabilitas Wilayah

TNI AD menegaskan bahwa dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setiap pelaksanaan tugas di lapangan harus mengedepankan komunikasi sosial, pendekatan persuasif, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.

Setiap tindakan aparat, menurut TNI AD, dilaksanakan secara profesional dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku serta keselamatan masyarakat maupun personel.

Menurut keterangan tertulis Dispenad yang diterima redaksi media ini, hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, dilaporkan telah kembali kondusif.

Personel TNI masih melaksanakan pemantauan dan koordinasi bersama aparat terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.(*)

Kontributor: Johannes Barat

Editor: Abdel Rafi