TNI dan Ulama Bersatu Rawat Keberagaman, Danrem 081/DSJ: Persatuan Bangsa Tanggung Jawab Bersama

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung saat mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (4/11/2026). (foto: Arwang)

KEDIRI, CAKRAWARTA.com – Menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Dalam konteks tersebut, sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan ulama dinilai memiliki peran strategis untuk merawat kerukunan sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Komitmen itu ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Kolonel Inf Erwin Agung saat mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (4/11/2026).

Menurut Erwin, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk memiliki kekayaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama demi menjaga keutuhan bangsa.

“Bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang majemuk, kaya akan keberagaman. Tentunya, kami TNI dan para ulama mempunyai tujuan yang sama, yakni bagaiamana untuk merawat keberagaman yang ada,” kata Pamen TNI AD tersebut dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026) pagi.

Ia menegaskan, upaya menjaga keberagaman dan keutuhan bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada institusi atau kelompok tertentu. Sebaliknya, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama dari seluruh komponen masyarakat.

Dalam hal ini, ulama dan tokoh agama memiliki posisi penting karena mampu membangun kesadaran sosial, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mengajak masyarakat mengedepankan toleransi dan persaudaraan di tengah perbedaan.

Peran tersebut menjadi semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Melalui pesan-pesan keagamaan dan keteladanan, ulama dapat turut memperkuat kerukunan sekaligus menjaga agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber perpecahan.

Di sisi lain, TNI juga berkomitmen memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan kemanunggalan dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Erwin berharap, sinergi antara TNI, ulama, dan seluruh komponen bangsa dapat terus terpelihara serta ditingkatkan. Dengan demikian, keberagaman Indonesia tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan bersama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baginya, merawat persatuan merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen seluruh elemen bangsa.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi