Wednesday, April 17, 2024
HomeSosokMengenal Sosok Yuliati Umrah, Ibu Anak-Anak Jalanan Yang Prestasinya Mendunia

Mengenal Sosok Yuliati Umrah, Ibu Anak-Anak Jalanan Yang Prestasinya Mendunia

Direktur Yayasan Arek Lintang (ALIT) Yuliati Umrah. Sosok wanita ini kerap disebut sebagai ibu dari anak-anak jalanan. Yayasan Alit yang didirikannya telah mendampingi lebih dari 10.000 anak di Indonesia sejak 1998. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Yuk mengenal lebih jauh sosok wanita inspiratif, Yuliati Umrah. Wanita cantik keturunan Madura ini terpilih dalam daftar “80 Pemimpin Strategis Dunia” versi Bureau of Educational and Cultural Affairs tahun 2020. Nama Yuliati Umrah mewakili Indonesia dan sejajar dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga masuk. Praktis dari Indonesia dua sosok wanita ini menjadi wajah pemimpin strategis dunia.

Alumnus Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga ini telah lama dikenal sebagai seorang aktivis Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan gender, perlindungan dan pemberdayaan anak-anak. Perjuangan itu pula yang membuka jalan Mbak Yuli -sapaan akrabnya-. Ia dipilih oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai salah satu anggota International Visitor Leadership Program (IVLP).

“Pemerintah Amerika Serikat memilih Kedutaan dan Kontrol Konsulat memilih tokoh-tokoh yang dianggap sebagai pemimpin atau pemimpin alternatif di komunitas maupun institusi pemerintah. Saya mengikuti program ini (IVLP, Red) di tahun 2016 Bulan Februari sampai April,” papar Mbak Yuli dalam wawancara pada Rabu (17/11/2021) kemarin.

Mbak Yuli sendiri kerap disebut sebagai ibu dari anak-anak jalanan. Titel itu didapatkan bukan tanpa sebab.  Mulanya, pada tahun 1998, Yuliati bersama empat mahasiswa FISIP Unair lainnya mendirikan organisasi sosial bernama Yayasan Arek Lintang (Alit) di Surabaya. Sampai sekarang, Yayasan Alit telah memiliki delapan kantor cabang yang tersebar di 8 kabupaten/kota di 3 provinsi.

Mbak Yuli menjelaskan bahwa saat ini Yayasan Alit mendampingi lebih dari 1.400 anak. Namun, secara keseluruhan sejak berdiri ada lebih dari 10.000 anak Indonesia yang mereka dampingi.

“Program-program kami telah diakses oleh banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan sejumlah lembaga donor dan lembaga internasional turut mengakses beberapa modul yang kami ciptakan,” imbuh Mbak Yuli.

Salah satu program terbaru yang digagas Mbak Yuli bersama Yayasan Alit adalah program “Dewa Dewi Rama Daya” yang merupakan singkatan dari “desa wisata agro desa wisata industri ramah anak dan berkebudayaan”.

“Program ini selain mendukung Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Pemulihan Ekonomi sekaligus menggemakan bahwa industri pariwisata harus tetap ramah anak. Program ini telah berjalan dan memasuki 12 desa di 3 Provinsi,” papar Mbak Yuli.

Atas kerja kerasnya, sederet penghargaan ia terima. Mulai dari gelar Entrepreneur of the Year oleh Ernst&Young pada 2012 lalu hingga menjadi salah satu dari dua alumni Indonesia terbaik IVLP pada 2020.

“Saya juga turut menyumbangkan dua pasal dalam perumusan International Child Protection Law yang diinisiasi oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat pada 2005 dan 2010. Terutama mengenai perlindungan anak-anak dari pekerja-pekerja domestik,” pungkasnya.

(pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular