
TULUNGAGUNG, CAKRAWARTA.com – Kodam V/Brawijaya mendukung penguatan kesiapan satuan melalui pendampingan kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin ke Yonif TP 886/PJ di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menhan meninjau progres pembangunan satuan yang telah mencapai 79%. Selain mengevaluasi perkembangan fasilitas, Sjafrie menyoroti sejumlah kebutuhan yang masih harus dituntaskan, terutama persoalan lahan, ketersediaan air, dan akses jalan untuk mendukung kesiapan operasional prajurit.
Kunjungan ini turut dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, para asisten Kasdam, Kabalak Kodam V/Brawijaya, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung, serta unsur TNI dan pemerintah daerah. Sekitar 600 prajurit Yonif TP 886/PJ dan tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan.
Rombongan Menhan tiba menggunakan helikopter Caracal TNI Angkatan Udara di lapangan Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Setelah disambut Kasdam V/Brawijaya beserta jajaran, rombongan melanjutkan perjalanan menuju markas Yonif TP 886/PJ dengan pengawalan Polisi Militer Kodam V/Brawijaya.
Setibanya di lokasi, Menhan menerima jajar penghormatan yang dipimpin Danyonif TP 886/PJ Letkol Inf Mohammad Isa. Menhan kemudian meninjau kondisi barak prajurit dan dapur satuan sekaligus menanyakan keadaan personel.
Agenda dilanjutkan dengan paparan satuan mengenai perkembangan pembangunan fasilitas, pelaksanaan latihan, pembinaan personel, serta kegiatan teritorial yang dilaksanakan prajurit di wilayah sekitar.
Dalam paparannya, Danyonif TP 886/PJ menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas satuan telah mencapai 79%. Pembangunan tersebut mencakup aula, pos jaga, kantor kompi, barak konvensional, barak prajurit, rumah dinas komandan dan wakil komandan batalyon, serta lapangan tembak.
“Pembangunan Yonif TP 886/PJ saat ini telah mencapai 79%. Kami terus mengupayakan penyelesaian berbagai fasilitas satuan agar dapat menunjang kegiatan operasional, pembinaan personel, dan kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas,” ujar Danyonif TP 886/PJ.
Meski pembangunan terus berjalan, sejumlah kebutuhan masih memerlukan perhatian, mulai dari penyelesaian fasilitas, persoalan lahan, ketersediaan air, hingga akses jalan menuju satuan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan untuk mendukung pembangunan akses jalan. Di tengah proses pembangunan tersebut, prajurit Yonif TP 886/PJ tetap menjalankan tugas, baik dalam pembinaan kemampuan militer maupun kegiatan teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi patroli malam, bantuan pemadaman kebakaran, kerja bakti, serta sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat dan pelajar.
Menanggapi paparan satuan, Sjafrie menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan, termasuk penanganan persoalan lahan dan pemenuhan kebutuhan air. Menurutnya, kesiapan satuan tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas personel, disiplin, kesehatan, dan profesionalisme prajurit.
“Pembangunan Yonif TP 886/PJ harus segera diselesaikan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar prajurit seperti ketersediaan air dan fasilitas pendukung lainnya. Kesiapan satuan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana, tetapi juga oleh kualitas personel, disiplin, kesehatan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tegas Menhan RI.
Menhan juga mengingatkan pentingnya pengelolaan alat perlengkapan secara tertib dan bertanggung jawab. Peralatan yang rusak harus segera dilaporkan kepada komando atas, sedangkan peralatan yang masih layak tetapi tidak digunakan perlu diserahkan agar dapat didistribusikan kepada satuan yang membutuhkan.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas dan perlengkapan yang tersedia benar-benar mendukung kebutuhan operasional satuan serta meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya TNI.
Prajurit Diminta Perkuat Disiplin dan Pengabdian kepada Rakyat
Selain menyoroti pembangunan fisik, Sjafrie memberikan pengarahan kepada prajurit mengenai pentingnya menjaga disiplin, meningkatkan kemampuan militer dan teritorial, serta memperkuat pengabdian kepada rakyat.
Prajurit diminta senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Menhan juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi narkoba dan judi online, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit malaria.
“Prajurit TNI harus senantiasa berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Jadilah prajurit yang selalu mengabdi kepada rakyat, menjaga keutuhan NKRI, menjauhi narkoba dan judi online, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Danyonif TP 886/PJ menjelaskan bahwa prajurit tetap melaksanakan pembinaan kemampuan militer sekaligus kegiatan teritorial sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Melalui patroli malam, bantuan pemadaman kebakaran, kerja bakti, dan sosialisasi wawasan kebangsaan, prajurit berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat di wilayah sekitar satuan.
Kunjungan kerja Menhan RI tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu segera ditangani guna mendukung kesiapan Yonif TP 886/PJ.
Kodam V/Brawijaya mendukung upaya penguatan kesiapan satuan melalui koordinasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Percepatan pembangunan fasilitas, pemenuhan kebutuhan dasar prajurit, serta peningkatan disiplin dan profesionalisme diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas pertahanan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








