
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran mainan squishy yang dilengkapi alat suntik berjarum dan dilaporkan dijual kepada anak-anak. Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas dalam memastikan keamanan produk mainan yang beredar di masyarakat.
Menurut Netty, keberadaan mainan dengan komponen menyerupai jarum medis perlu mendapat perhatian serius, terutama jika produk tersebut mudah diperoleh anak-anak, termasuk di lingkungan sekolah.
“Mainan seharusnya menjadi sarana bermain yang aman bagi anak, bukan justru menghadirkan risiko luka atau membahayakan kesehatannya. Karena itu, produk dengan komponen tajam perlu diperiksa secara serius sebelum dinyatakan aman untuk digunakan,” ujar Netty, Selasa (27/10/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong Kementerian Perdagangan bersama instansi terkait untuk segera menelusuri asal produk, jalur distribusi, serta standar keselamatan yang harus dipenuhi.
Ia juga meminta pemeriksaan dilakukan secara objektif dan menyeluruh, termasuk untuk memastikan jenis serta kondisi jarum yang digunakan pada mainan tersebut. Menurutnya, dugaan bahwa jarum itu berasal dari limbah medis bekas tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita perlu memastikan persoalan ini berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dugaan yang beredar di media sosial. Namun, sembari menunggu hasilnya, langkah pencegahan tetap penting agar anak-anak tidak terpapar risiko yang sebenarnya bisa dihindari,” tegasnya.
Netty menilai, upaya melindungi anak dari potensi bahaya mainan tidak cukup hanya melalui pengawasan produk di pasar. Koordinasi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan orang tua juga perlu diperkuat agar risiko penggunaan mainan yang tidak aman dapat dicegah sejak dini.
Sekolah, menurutnya, dapat meningkatkan pengawasan terhadap mainan yang dibawa siswa. Sementara itu, orang tua perlu memastikan keamanan produk sebelum mengizinkan anak menggunakannya.
Netty juga mengingatkan pentingnya penanganan medis apabila terjadi insiden yang melibatkan jarum pada mainan tersebut.
“Jika ada anak yang tertusuk jarum dari mainan semacam ini, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat. Jangan menunggu sampai muncul gejala,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti laporan yang beredar melalui pemeriksaan produk, penelusuran jalur distribusi, serta penyampaian hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik.
“Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai tingkat risiko sekaligus mencegah peredaran produk yang tak memenuhi standar keselamatan,” katanya.
Bagi Netty, persoalan ini bukan sekadar menyangkut keamanan sebuah produk mainan, melainkan juga tanggung jawab bersama dalam melindungi anak-anak dari risiko yang seharusnya dapat dicegah.
“Perlindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah perlu memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keselamatan, sedangkan orang tua dan sekolah berperan mengawasi penggunaannya. Jangan sampai sesuatu yang dianggap sekadar mainan justru mengancam kesehatan anak,” tutup Netty.(*)
Kontributor: Ali Hasibuan
Editor: Abdel Rafi








