
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi salah satu agenda utama Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Madiun setelah resmi dikukuhkan di Pondok Pesantren (PP) Najmul Qur’an, Dungus, Kecamatan Wungu, Minggu (8/11/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus peneguhan komitmen kader dalam memperkuat struktur organisasi Banser di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu (7/11/2026) itu dikemas dalam sejumlah agenda, mulai dari apel pasukan, Kemah Bakti, bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren, hingga obrolan santai bersama jajaran pimpinan.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Ali Makhrus, mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab strategis untuk mengejawantahkan semangat Qanun Asasi, terutama melalui penguatan struktur organisasi di 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 206 Pimpinan Ranting (PR) di tingkat desa dan kelurahan.
“Terutama melalui penguatan struktur organisasi di 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 206 Pimpinan Ranting (PR) di tingkat desa/kelurahan,” ujarnya.
Menurut Ali, salah satu pilar penting dalam penguatan organisasi tersebut adalah program Ansor NGAJI Appreciate. Program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan loyalitas kader yang selama ini menjadi penggerak organisasi di tingkat akar rumput.
“Program ini bentuk penghargaan PC GP Ansor Kabupaten Madiun atas dedikasi dan loyalitas kader di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Dia menegaskan, penguatan organisasi tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur kepengurusan semata. Melalui kualifikasi dan standardisasi yang jelas, program tersebut diharapkan mendorong Pimpinan Ranting dan Satuan Koordinasi Kelompok (Satkorkel) menjalankan fungsi organisasi secara aktif, nyata, dan berkelanjutan.
“Jadi bukan sekadar aktif menjelang momentum Konferensi Cabang (Konfercab) saja,” pesannya.
Ali juga menekankan pentingnya transformasi tata kelola organisasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendataan kader dan organisasi, menurutnya, perlu diperkuat menggunakan aplikasi SIApps untuk mempercepat proses administrasi sekaligus sertifikasi kader.
“Ini agar mempercepat proses sertifikasi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar),” katanya.
Tak hanya berorientasi pada penguatan struktur dan administrasi, PC GP Ansor Kabupaten Madiun juga berupaya merawat ingatan kolektif tentang perjalanan pengabdian para kader. Salah satunya melalui rencana penulisan buku antologi kader bertajuk Kalau Seragam Bisa Bicara.
Bagi Ali, pengabdian Banser bukan sekadar tentang seragam dan atribut organisasi. Di balik seragam tersebut, terdapat kisah perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan kader yang selama ini bekerja hingga pelosok daerah.
“Keikhlasan inilah ruh Banser. Keringat dan pengabdian sahabat-sahabat yang bertugas di pelosok 15 PAC harus kita abadikan agar dunia tahu bahwa seragam ini basah oleh keikhlasan,” tegasnya.
Kegiatan pengukuhan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah unsur keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) turut hadir, di antaranya jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Madiun, PC Muslimat NU, PC IPNU, PC IPPNU, serta PC GP Ansor Kabupaten Madiun.
Hadir pula ratusan perwakilan pengurus Satkoryon, PAC, dan Pimpinan Ranting se-Kabupaten Madiun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan instruksi konsolidasi menyeluruh untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memastikan seluruh jajaran Banser bergerak dalam satu garis komando.
Pengukuhan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pergantian atau peneguhan kepengurusan, tetapi menjadi titik awal penguatan organisasi, peningkatan kualitas kader, dan keberlanjutan pengabdian Banser di tengah masyarakat.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi








