Monday, April 15, 2024
HomePolitikaBertemu Pengurus KAGAMA, Jokowi Tekankan Pentingnya Reformasi Politik

Bertemu Pengurus KAGAMA, Jokowi Tekankan Pentingnya Reformasi Politik

Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada) periode 2014-2019. (Foto: website resmi UGM)
Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada) periode 2014-2019. (Foto: website resmi UGM)

JAKARTA – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang tersebar di berbagai wilayah dengan keahliannya masing-masing dinilai oleh Presiden Joko Widodo dapat berkontribusi dalam membangun bangsa. Hal ini diutarakan Presiden saat menerima Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) di Istana Merdeka hari ini, Kamis (28/04/2016).

“KAGAMA diminta untuk membuat atau ikut memikirkan strategi nasional jangka panjang dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum. Kira-kira kalau Indonesia ini 10 tahun sampai 15 tahun lagi akan seperti apa,” demikian disampaikan Ketua Umum KAGAMA Ganjar Pranowo kepada wartawan seusai pertemuan.

Ganjar yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah ini menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan beberapa harapan kepada KAGAMA antara lain ikut menggaungkan dan melaksanakan semangat reformasi secara total.

Presiden menekankan bahwa semua negara ingin reformasi sehingga khususnya reformasi politik menjadi penting pula. Kalau tidak berani melakukan lompatan maka kita akan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara. Karena persaingan antar negara sangat ketat. Untuk itu reformasi harus total dari pusat sampai daerah.

“Reformasi politik harus bergeser dari jargon politisi, predikat politisi, menjadi negarawan. Agar musuh kita nanti jelas bukan antar kelompok kita sendiri,” imbuh Ganjar Pranowo.

Bagi Presiden, politik harus berorientasi ke rakyat, ke negara bukan kepentingan kelompok dan jangka pendek. Reformasi politik harus menyentuh reformasi dalam rekruitmen politik maupun rekruitmen kepala daerah.

Presiden juga berpesan kepada KAGAMA untuk turut serta membangun karakter bangsa, bagaimana memaksimalkan potensi daerah sehingga pada akhirnya akan berdampak pada kekuatan dan karakter ke-Indonesia-an kita.

“Presiden minta ada focusing terhadap potensi yang ada di daerah sehingga ini kita harapkan nantinya menjadi sebuah arisan kekuatan diri ke-Indonesia-an kita,” ucap Gubernur yang sekaligus politikus PDIP itu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ganjar mengatakan akan mengajak ikatan alumni dari Universitas lain seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Sebelas Maret, untuk turut serta memecahkan persoalan kebangsaan.

“Presiden meminta agar KAGAMA juga mengajak ke teman-teman ikatan alumni lain,” papar tokoh yang digadang-gadang maju dalam Pilgub DKI 2017 mendatang ini.

Dalam pertemuan dengan Presiden tersebut turu hadir selain Ganjar Pranowo, yaitu Budi Karya Sumadi sebagai Ketua Harian, AAGN Ari Dwipayana sebagai Sekretaris Jenderal, Yualita Widyadhari sebagai Bendahara Umum, Sri Puryono sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, Anton Mart Irianto sebagai Ketua I, Wihana Kirana sebagai Ketua III, Bambang Esti Marsono sebagai Ketua IV, Haryadi Himawan sebagai Ketua V, dan La Ode Muhamad Untung sebagai Sekretaris Eksekutif.

Sementara itu dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Pratikno sendiri sebelum masuk Kabinet Kerja merupakan Rektor UGM.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular