Kongres II SBNI, Buruh Didorong Ambil Peran dalam Transisi Industri Hijau

Momen konferensi pers pengurus SBNI di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). (foto: Ahmad Toha)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) mendorong pekerja mengambil peran dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan transisi menuju industri hijau. Organisasi buruh itu juga menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda yang dibawa dalam Kongres II SBNI 2026. Kongres mengusung tema ”Memperkuat Persatuan Buruh Indonesia untuk Mendukung Indonesia Maju, Berkeadilan, Produktif, dan Berkelanjutan” yang berlangsungdi Kantor SBNI Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) SBNI Wagimun mengatakan, perubahan lanskap industri menuntut organisasi buruh tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga terlibat dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

”SBNI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan menuju Indonesia maju,” kata Wagimun.

Menurut dia, komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan hubungan industrial yang harmonis, serta upaya mendorong kesejahteraan pekerja dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

SBNI juga menaruh perhatian pada agenda perlindungan lingkungan hidup di tengah perkembangan sektor industri. Organisasi itu mendorong konsep industri hijau sebagai bagian dari transformasi ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Wagimun menilai, transisi menuju ekonomi hijau juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru atau green jobs. Namun, transformasi tersebut dinilai perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan perlindungan terhadap pekerja.

”Pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Pekerja juga harus menjadi bagian penting dalam proses transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks itu, SBNI menyatakan dukungan terhadap agenda lingkungan hidup yang dijalankan pemerintah. Organisasi tersebut ingin ikut mendorong perlindungan lingkungan di sektor industri, penciptaan pekerjaan ramah lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Perkuat Organisasi Buruh

Kongres II SBNI juga akan menjadi forum untuk menentukan arah dan target organisasi. SBNI menargetkan penguatan organisasi agar semakin profesional, modern, dan mandiri.

Selain konsolidasi internal, penguatan hubungan industrial menjadi salah satu perhatian organisasi. Wagimun berharap hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dapat dibangun secara lebih harmonis tanpa mengabaikan pemenuhan hak-hak pekerja.

SBNI, lanjut dia, ingin mendorong pekerja Indonesia memperoleh kepastian kerja, upah yang berkeadilan, serta lingkungan kerja yang aman dan sehat. Peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja juga dinilai penting untuk menghadapi perubahan dunia industri.

”Harapannya, pekerja Indonesia semakin sejahtera, terlindungi, kompeten, dan produktif,” kata Wagimun.

Kongres II SBNI mengusung semangat ”Bersatu, Berkarya, Mengawal Pembangunan, Menyejahterakan Buruh Indonesia”.

Kongres dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, yang disebut dalam keterangan penyelenggara juga menjabat Ketua Umum KSPSI.(*)

Kontributor: Ahmad Toha A 

Editor: Abdel Rafi