Wednesday, February 25, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahCipayung Plus Medan Kritik Dugaan Tindakan Represif Aparat, Desak Evaluasi Kepemimpinan Polrestabes

Cipayung Plus Medan Kritik Dugaan Tindakan Represif Aparat, Desak Evaluasi Kepemimpinan Polrestabes

Ketua Pengurus Daerah KAMMI Kota Medan Muhammad Amin Siregar bersama pimpinan Aliansi Cipayung Plus Kota Medan siap mengawal reformasi Polri di tubuh Polrestabes Medan. (foto: Rizky Z)

MEDAN, CAKRAWARTA.com – Aliansi Cipayung Plus Kota Medan mengkritik dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa serta mendesak evaluasi terhadap kepemimpinan Polrestabes Medan. Kritik tersebut disampaikan sebagai respons atas sejumlah peristiwa yang dinilai berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara.

Aliansi yang terdiri dari organisasi mahasiswa, antara lain KAMMI, PMII, PMKRI, HIMMAH, IMM, dan GMNI, menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (27/2/2026) sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka.

Ketua Pengurus Daerah KAMMI Kota Medan Muhammad Amin Siregar mengatakan, rencana aksi tersebut dipicu oleh dugaan tindakan represif terhadap dua mahasiswa saat menyampaikan aspirasi di depan Mapolrestabes Medan pada 9 Februari 2026.

“Kami memandang perlu adanya evaluasi terhadap kepemimpinan dan praktik penegakan hukum, agar berjalan secara transparan dan menghormati hak konstitusional warga negara,” ujarnya di Medan, Rabu (25/2/2026).

Selain menyoroti dugaan tindakan represif, aliansi mahasiswa juga mengemukakan sejumlah persoalan lain, termasuk transparansi penanganan kasus hukum, pemberantasan perjudian dan narkoba, serta perlindungan terhadap masyarakat yang melaporkan dugaan tindak pidana.

Ketua PMKRI Medan Aldoni Fransiskus Sinaga mengatakan mahasiswa memiliki peran sebagai bagian dari masyarakat sipil dalam mengawal penegakan hukum dan memastikan akuntabilitas institusi publik.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong penegakan hukum yang adil dan profesional,” ujarnya.

Aliansi mahasiswa juga menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penanganan perkara, serta menjamin perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.

Rencana aksi tersebut, menurut perwakilan aliansi, akan dilaksanakan secara damai sebagai bagian dari penyampaian aspirasi di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Medan terkait kritik dan tuntutan yang disampaikan oleh aliansi mahasiswa tersebut.(*)

Kontributor: Rizky Z

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular