Wednesday, February 25, 2026
spot_img
HomeEkonomikaEkonom Soroti Tantangan Berat Ekonomi di Era Prabowo, Reformasi Dinilai Mendesak

Ekonom Soroti Tantangan Berat Ekonomi di Era Prabowo, Reformasi Dinilai Mendesak

Suasana diskusi dalam kegiatan Serial Sarasehan Kebangsaan oleh Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju bekerja sama dengan Universitas Paramadina, di Jakarta, Rabu (25/2/2026) sore. (foto: Ahmadie Thaha)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Sejumlah ekonom menilai Indonesia menghadapi tantangan struktural yang tidak ringan dalam memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pembenahan kebijakan ekonomi dinilai mendesak untuk memperkuat ketahanan nasional dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah tekanan global dan domestik.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Serial Sarasehan Kebangsaan bertema arah pembangunan ekonomi nasional yang digelar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju bekerja sama dengan Universitas Paramadina, di Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026).

Ekonom politik Ichsanuddin Noorsy mengatakan terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan kerentanan ekonomi nasional dan perlu mendapat perhatian serius dalam perumusan kebijakan ke depan.

Ia menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah, keterbatasan ruang fiskal akibat meningkatnya beban utang dan bunga, serta tantangan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi.

Selain itu, Ichsanuddin mengungkapkan gejala yang mulai terlihat di sektor riil, seperti melemahnya daya beli sebagian masyarakat, kehati-hatian sektor perbankan dalam menyalurkan kredit, serta penurunan kontribusi sektor manufaktur.

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan adanya tantangan struktural yang dapat memengaruhi kemampuan ekonomi nasional untuk tumbuh secara optimal jika tidak direspons melalui kebijakan yang tepat.

“Penguatan daya saing nasional dan pembenahan kebijakan ekonomi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, reformasi ekonomi perlu diarahkan pada penguatan berbagai sektor strategis, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini mengatakan forum diskusi tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan untuk memperkaya perspektif mengenai arah pembangunan ekonomi nasional.

Diskusi yang dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, dan aktivis itu menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang adaptif dan berorientasi pada penguatan fondasi ekonomi nasional.

Forum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran strategis dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi, terutama dalam menghadapi dinamika global dan menjawab tantangan domestik pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(*)

Kontributor: Ahmadie Thaha

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular