Wednesday, April 8, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahMenjelang Muktamar NU, PWNU Jatim Matangkan Muskerwil di Tuban

Menjelang Muktamar NU, PWNU Jatim Matangkan Muskerwil di Tuban

Sejumlah pengurus teras PWNU Jatim nampak serius membahas persiapan menjelang Muskerwil di Tuban, Rabu (8/4/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

TUBAN, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mematangkan pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang akan digelar di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Tuban, pada 11-12 April 2026. Agenda ini menjadi bagian penting dalam merumuskan usulan materi menuju Muktamar Ke-35 NU tahun ini.

Ketua Panitia Muskerwil PWNU Jatim, KH Mustain, mengatakan bahwa persiapan dilakukan secara intensif, baik dari sisi substansi maupun teknis pelaksanaan. Tim materi telah menyusun berbagai pokok pikiran strategis, sementara panitia wilayah dan panitia lokal terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan acara.

“Selain penyusunan materi oleh tim, kami juga menggelar rapat bersama panitia lokal untuk mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Muskerwil,” ujar Mustain saat memimpin rapat gabungan di Tuban, Rabu (8/4/2026).

Ia menekankan pentingnya sinergi antarpanitia agar Muskerwil berjalan lancar dan menghasilkan rumusan program kerja yang berdampak bagi penguatan organisasi. Koordinasi, menurut dia, menjadi kunci dalam menyukseskan agenda strategis tersebut.

“Ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk merumuskan langkah ke depan NU. Karena itu, setiap unsur harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal,” katanya.

Rapat gabungan tersebut dihadiri jajaran PWNU Jawa Timur, antara lain KH Faqih, Prof Masykuri Bakri, Prof Hadardi, dan H Taufiq Mukti, serta panitia teknis lainnya. Mereka membahas berbagai aspek kesiapan, mulai dari lokasi, konsumsi, akomodasi peserta, hingga pengamanan acara.

Adapun materi yang tengah disiapkan mencakup penguatan Aswaja Center sebagai benteng akidah di tengah dinamika ideologi, penyusunan modul pendidikan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, hingga pengembangan jaringan kader di bidang kesehatan sebagai bagian dari strategi dakwah. Selain itu, optimalisasi wakaf, baik aset maupun wakaf uang, juga menjadi perhatian.

Di sisi lain, dukungan terhadap Muskerwil dan Muktamar juga datang dari kalangan alumni. Majelis Alumni IPNU dan IPPNU Jawa Timur menggelar Halalbihalal dan temu alumni yang dirangkai dengan diskusi terkait arah NU ke depan di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Rabu (9/4).

Inisiator kegiatan, Abdul Kholiq, mengatakan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar gagasan untuk memperkuat organisasi.

“Selain Syawalan, kami mengadakan bincang santai terkait Muktamar NU dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan alumni. Intinya, NU ke depan harus lebih mengedepankan jam’iyah daripada figur,” ujarnya.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular