TMMD Trenggalek Usai, Jalan Terbangun dan Gotong Royong Warga Jadi Cerita Utama

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyalami secara simbolis pihak yang dinilai berjasa dalam program TMMD ke-128 Kodim 0806/Trenggalek dalam momen penutupan program itu di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Kamis (21/5/2026). (foto: Arwang)

TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 0806/Trenggalek di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, resmi ditutup, Kamis (21/5/2026). Bagi jajaran TNI, keberhasilan program tersebut bukan semata soal rampungnya pembangunan fisik, melainkan tumbuhnya kembali semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Komandan Korem 081/DSJ Untoro Hariyanto menilai, keberhasilan TMMD di Trenggalek lahir dari kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat selama program berlangsung.

“Kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi kunci utama. Bukan hanya dalam pelaksanaan TMMD, tetapi juga dalam berbagai kegiatan TNI bersama masyarakat,” ujar Untoro seusai upacara penutupan TMMD ke-128 di Alun-Alun Trenggalek.

Menurut dia, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi energi utama yang membuat berbagai sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Semangat gotong royong, kata dia, tampak nyata selama pelaksanaan program di wilayah Gandusari.

Ia mengungkapkan, warga tidak hanya terlibat dalam pengerjaan pembangunan, tetapi juga memberikan dukungan secara sukarela bagi personel yang bertugas di lapangan.

“Warga sangat antusias. Mereka membantu tenaga, menyediakan makanan dan minuman, bahkan ada yang rela menyerahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan,” kata Untoro.

Bagi TNI, pengorbanan warga tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan di desa tidak hanya bertumpu pada anggaran dan alat berat, tetapi juga pada rasa memiliki dan kepedulian bersama terhadap kemajuan wilayahnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin menegaskan, TMMD merupakan program lintas sektoral yang telah berlangsung selama puluhan tahun sebagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.

“TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya yang telah dilaksanakan sejak 1980,” ujar Rudy dalam amanat penutupan TMMD ke-128.

Selain di Trenggalek, program TMMD ke-128 di wilayah Kodam V/Brawijaya juga digelar di sejumlah daerah lain, seperti Tuban, Gresik, Probolinggo, dan Bangkalan.

Menurut Rudy, keberadaan TMMD menjadi wujud keterlibatan TNI bersama pemerintah dalam membantu mengatasi persoalan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di daerah.

Ia berharap, seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai melalui program tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ini harus dijaga agar benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi ukuran keberhasilan TMMD pada masa mendatang,” ujarnya.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi