Sunday, April 12, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahPCNU Surabaya Soroti Masalah Umat yang Kian Berat, Ajak Pemerintah Perkuat Kolaborasi

PCNU Surabaya Soroti Masalah Umat yang Kian Berat, Ajak Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Rais Syuriah PCNU Surabaya KH. Dzul Hilmi saat menyampaikan tausiyahnya dalam momen Halal Bihalal PCNU Surabaya di Kantor HBNO, Jalan Bubutan, Surabaya, Minggu (12/4/2026).(foto: Achmad Muzakky)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menyoroti semakin kompleksnya persoalan umat di tengah masyarakat, mulai dari meningkatnya kriminalitas hingga ancaman penyalahgunaan narkoba. Dalam konteks itu, PCNU mengajak pemerintah daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor guna merespons persoalan secara lebih efektif.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal PCNU Surabaya yang digelar di Kantor HBNO, Jalan Bubutan, Surabaya, Minggu (12/4/2026). Kegiatan rutin setiap bulan Syawal ini dihadiri Rais Syuriah PCNU Surabaya KH. Dzul Hilmi, Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, serta perwakilan organisasi lintas agama dan partai politik di DPRD Surabaya.

Dalam sambutannya, Masduki Toha menegaskan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Struktur organisasi yang menjangkau hingga kecamatan dan kelurahan membuat NU memahami berbagai persoalan umat secara nyata.

Ia mengutip pesan pendiri NU, Hasyim Asy’ari, bahwa siapa pun yang mengurus NU adalah bagian dari santri. Menurut dia, semangat tersebut menjadi dasar pengabdian NU dalam merespons persoalan sosial.

“Persoalan umat hari ini semakin berat dan kompleks. Karena itu, tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antara NU dan pemerintah,” ujar Masduki.

Ia mencontohkan meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor di Surabaya yang dinilai sudah mengkhawatirkan. Selain itu, muncul pula fenomena baru berupa penyalahgunaan narkoba melalui rokok elektrik yang mulai menyasar generasi muda.

“Kalau ini tidak segera ditangani bersama, dampaknya bisa serius bagi masa depan generasi kita,” katanya.

Masduki menekankan bahwa PCNU Surabaya tidak berada pada posisi sebagai pelaksana kebijakan, melainkan mitra strategis yang mendorong terbangunnya hubungan saling menguatkan antara pemerintah dan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut ajakan tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan PCNU menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan berbasis nilai keagamaan yang moderat.

Walikota Eri Cahyadi saat memberikan sambutannya dalam momen Halal Bihalal PCNU Surabaya di Kantor HBNO, Jalan Bubutan, Surabaya, Minggu (12/4/2026). (foto: Achmad Muzakky)

“Saya ingin membangun Surabaya dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang membumi. Karena itu, sinergi dengan NU menjadi sangat penting,” ujar Eri.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya saat ini telah menjalankan program pembinaan pemuda di tingkat rukun warga (RW) dengan dukungan anggaran sekitar Rp 5 juta per bulan. Program tersebut diharapkan dapat melibatkan organisasi seperti NU dan Ansor dalam proses pendampingannya.

Menurut Eri, keberhasilan pembangunan tidak semata ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Pembangunan akan berhasil ketika dilakukan secara kolektif dan dirasakan sebagai milik bersama,” katanya.(*)

Kontributor: Achmad Muzakky

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular