
BANDUNG, CAKRAWARTA.com – Penggiat kontra radikalisme sekaligus Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Barat, Ayik Heriansyah, melontarkan sindiran pedas soal maraknya korupsi di negeri ini. Ia menyebut korupsi tak kalah berbahaya dari radikalisme, karena sama-sama merusak bangsa dari dalam.
“Kalau radikal melubangi kapal dari kanan, koruptor melubangi kapal dari kiri. Sama-sama bikin kapal tenggelam,” kata Ayik, Sabtu (23/8/2025).
Menurut Ayik, korupsi bukan lagi sekadar “nakal” atau salah urus, tapi sudah menjelma jadi sistem. “Mereka bukan cuma mencuri, tapi merancang pencurian. Semua celah anggaran dibongkar, semua peluang dimanfaatkan. Malu? Sudah nggak ada lagi,” tegasnya.
Pejabat Berpendidikan, tapi Jadi ‘Tikus’
Ayik menyoroti ironi bahwa pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi dan pemegang jabatan strategis. “Semakin tinggi jabatan, semakin besar peluang korupsi,” ujarnya.
Padahal, kata Ayik, masalah korupsi bukan soal pintar atau bodoh, tapi soal hati dan nafsu. “Korupsi itu penyakit jiwa. Ia lahir dari tamak dan angan-angan kosong yang nggak pernah puas,” tambahnya.
Ayik mengingatkan, jabatan publik bukan hanya soal kompetensi teknis. Yang lebih penting adalah integritas dan kemampuan mengendalikan nafsu.
“Kalau pejabat nggak selesai dengan dirinya sendiri, maka kita lagi nyerahin lumbung padi ke tikus. Jangan heran kalau nanti rakyat cuma dapat sekam, sementara tikusnya makin gendut,” sindirnya tajam. (*)
Editor: Abdel Rafi



