
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Rencana konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026 menuai penolakan. Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus, meminta pemerintah pusat bersikap tegas dan mengevaluasi penyelenggaraan konser tersebut dengan mempertimbangkan komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dailami menilai pemerintah perlu lebih cermat memberikan ruang maupun dukungan terhadap kegiatan internasional yang melibatkan figur publik dengan rekam jejak yang dinilai kontroversial terkait konflik Palestina-Israel.
Menurut dia, sikap politik luar negeri Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan semestinya tercermin dalam setiap kebijakan pemerintah, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan hiburan berskala internasional.
“Sikap pemerintah harus tercermin dalam setiap kebijakan, termasuk ketika memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan konser maupun kegiatan berskala internasional,” kata Dailami, Minggu (1/11/2026).
Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat dari perspektif pariwisata dan keuntungan ekonomi. Ada aspek moral, kemanusiaan, serta konsistensi sikap politik Indonesia yang harus menjadi pertimbangan utama.
Menurut Dailami, pemerintah tidak boleh mengabaikan sensitivitas masyarakat terhadap persoalan Palestina hanya karena sebuah kegiatan berpotensi mendatangkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata internasional.
Sebagaimana diketahui, konser bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia merupakan bagian dari peringatan 30 tahun album Romanza yang dirilis pada 1997.
Rangkaian pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026, serta di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Penyelenggara menyebut Indonesia menjadi satu-satunya lokasi pertunjukan publik Andrea Bocelli di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2026. Konser tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta.
Dari sisi ekonomi, Kementerian Pariwisata bahkan menargetkan rangkaian konser tersebut menghasilkan dampak ekonomi mencapai 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar. Sementara harga tiket yang ditawarkan berkisar mulai Rp1 juta hingga lebih dari Rp15 juta.
Namun, bagi Dailami, besarnya proyeksi keuntungan ekonomi tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan pemerintah. Terlebih, penyelenggaraan konser di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober lalu juga diwarnai aksi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.
Ia menilai, penolakan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius sebelum konser di Jakarta dilanjutkan. Pemerintah perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan mengedepankan kehati-hatian agar polemik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Dailami mengingatkan, kepentingan promosi pariwisata dan ekonomi jangan sampai menimbulkan kesan bahwa Indonesia tidak sungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Menurut dia, konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina merupakan bagian penting dari sikap politik dan komitmen kemanusiaan yang selama ini dibangun di tingkat internasional.
“Jangan sampai masyarakat Palestina melihat Indonesia sebagai negara yang tidak serius atau tidak sepenuhnya mendukung perjuangan mereka. Selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten membela Palestina. Jangan sampai konsistensi dan kepercayaan itu justru dipertanyakan akibat kebijakan yang tidak sensitif terhadap persoalan ini,” jelasnya.
Karena itu, Dailami meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan konser di Indonesia. Evaluasi tersebut, kata dia, perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat, menjaga kondusivitas nasional, serta memastikan setiap kebijakan tetap sejalan dengan prinsip konstitusi dan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan konsistensi keberpihakan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Saya meminta semua elemen bangsa Indonesia bisa secara konsisten menunjukkan keberpihakan kepada rakyat Palestina,” pungkas Dailami.(*)
Kontributor: Ervan P
Editor: Abdel Rafi








