
“Forschung, Lehre und Bildung bilden in der Idee der Universität eine unzertrennliche Einheit. Man kann keines vom anderen isolieren, ohne die geistige Substanz der Universität zu zerstören.”
Terjemahannya, ” Penelitian (riset), pengajaran, dan pembentukan karakter (kultur/pendidikan) membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam gagasan tentang universitas. Seseorang tidak dapat mengisolasi salah satu dari yang lainnya tanpa menghancurkan substansi intelektual universitas itu sendiri.” – Karl Jaspers (1883-1969), Die Idee der Universität (1923).
Setelah Penjabat Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., resmi melantik 70 anggota senat baru, institusi pendidikan tinggi tertua di Sulawesi Utara ini melangkah memasuki babak lanjut Pemilihan Rektor(Pilrek) periode 2026–2030 tanpa beban dan syarat politik apa pun.
Penataan ulang struktur kelembagaan ini menjadi titik balik penting pasca dinamika panjang yang sempat mengguncang kampus.
Ketika Rektor terpilih periode 2022, Prof. Dr. Ir. Berty O. Sompie, di-Plt-kan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kepemimpinan sementara dimandatkan kepada Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin.
Di bawah kendali Pj. Rektor inilah perombakan mendasar dilakukan, termasuk terhadap jajaran Senat Unsrat yang sebelumnya dan kini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Barnabas Harold Ralph Kairupan, Sp.KJ-K, KARKAP bersama Sekretaris Senat, Prof. Dr. Jacobus Ronald Mawuntu, S.H., M.Hum, juga baru terpilih Dekan Fakuktas Hukum.
Komposisi baru 70 anggota senat kini berdiri sejajar dengan aturan statuta, di mana Menteri memegang hak suara sebesar 35 persen.
Sementara sisa 65 persen suara terdistribusi di antara anggota senat dan Pj. Rektor dalam koridor statuta Pilrek yang transparan dan akuntabel.
Langkah pembenahan ini menjadi krusial mengingat sejarah panjang dinamika internal kampus yang intervensi dan kepentingan eksternal kelembagaan kampus Unsrat.
Unsrat seolah sedang berusaha memutus rantai kelam yang telah membayangi perjalanan akademisnya selama hampir tiga dekade lebih.
Dan menyusul pula, jejak kisruh intervensi politik eksternal yang pertama kali mencuat tajam pada tahun 1986 hingga 2022.
Merujuk pada pemikiran fundamental filsuf asal Jerman, Karl Jaspers tentang gagasan dasar sebuah universitas (Die Idee der Universität), perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang murni bagi pencarian kebenaran, kebebasan berpikir, dan benteng moral masyarakat.
Bahkan dikutip Jasper mengingatkan bahwa hakikat universitas sebagai institusi sosial dan moral, “Die Universität ist eine Gemeinschaft von Lehrenden und Lernenden, die der Aufgabe berufen ist, die Wahrheit zu suchen.” (Universitas adalah komunitas para pengajar dan pembelajar yang dipanggil oleh tugas mendasar untuk mencari kebenaran).
Bahkan khusus pada integritas dosen dan peneliti ia katakan, “Nur wer selbst forscht, kann wirklich lehren.” (Hanya dia yang melakukan penelitian secara mandiri yang benar-benar mampu mengajar).
Maka, sepantasnya Unsrat bergerak menanggalkan residu kepentingan pragmatis demi membangun kembali marwah dan martabat akademisnya di masa depan.
Dengan menafikan segala warisan buruk dari proses Pilrek sejak 1986 hingga berhembusnya era Reformasi 1998 yang kerap diwarnai konflik kepentingan, Unsrat hari ini sedang berada di ambang disrupsi global.
Konsekuensinya, peran dan fungsi pendidikan tinggi sebagaimana disinyalir oleh pakar geopolitik dunia, Francis Fukuyama, harus mampu menghadapi tantangan dengan menghadirkan iklim “high trust society.”
Di tengah pusaran disrupsi global, perubahan teknologi dengan digitalisme (AI), dan perebutan pengaruh kekuasaan, universitas dituntut untuk tidak sekadar menjadi menara gading sains yang tertutup atau arena transaksi politik lokal.
Melainkan pula, Unsrat di tengah denyut Pilrek yang “bersih, bebas, adil dan independen, harus tumbuh sebagai pusat pencerahan peradaban.
Tanpa keberanian untuk membersihkan diri dan sebersih-bersihnya proses suksesi dari pengaruh “jasa uang dan kuasa”, Unsrat berisiko kehilangan relevansi serta integritas moralnya di mata publik luas dan generasi mendatang.
Momentum Pilrek November 2026 ini menghadirkan jajaran figur akademisi yang membawa latar belakang intelektual serta rekam jejak keluarga yang mengakar kuat di Sulawesi Utara.
Salah satu nama yang muncul dalam bursa kepemimpinan rektor adalah Prof. Dr. dr. Grace Kandouw, M.Ph., mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat.
Prof. Grace, istri dari spesialis jantung terkenal, dr. Janry Pangemanan SpJ(K), merupakan putri dari mendiang Drs. Kandouw, tokoh berpengaruh yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata Sulawesi Utara.
Kehadiran Prof. Grace -setelah dua kali tercekal dari kandidat pada Pilrek 2018 dan 2022- membawa warna tersendiri dengan basis keahlian ilmu kesehatan masyarakat serta nilai-nilai pengabdian yang diwariskan oleh sang ayah.
Kandidat kuat lainnya adalah Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A.(K), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni(WR-3).
Dr. Rocky, pernah menjabat Ketua IDI Manado, merupakan putra dari akademisi senior dan dosen peternakan Unsrat, Ir. Wilar, yang mengekalkan tradisi keilmuan dan dedikasi keluarga di lingkungan kampus bahari ini.
Selain itu, muncul pula nama Prof. Dr. Ir. Montolalu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), yang mewakili kepemimpinan berbasis penguatan sektor maritim dan sumber daya kelautan sebagai keunggulan komparatif Unsrat.
Konstelasi kepemimpinan Unsrat semakin dinamis dengan hadirnya tokoh-tokoh akademisi kritis dan berpengalaman lainnya.
Di antaranya, Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Pd.I., M.ARS., S.H., seorang pakar neurosains dan etika yang dikenal luas atas pemikiran lintas disiplin ilmu. Kini, ia Dekan Fakultas Kedokteran UPV Jakarta.
Juga, Dr. Flora Kalalo, S.H., M.H., pakar hukum yang memiliki pengalaman mendalam dalam tata kelola kelembagaan. Ia pernah menjadi Dekan Fakultas Hukum dan PR-2 di era Rektor Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat DEA.
Kehadiran para figur ini mempertegas bahwa Unsrat tidak kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni secara intelektual maupun manajerial untuk memimpin perubahan.
Pilrek November 2026 bukan sekadar ritual pergantian kepemimpinan lima tahunan, melainkan ujian kemewahan etika bagi seluruh civitas akademika Unsrat.
Keberhasilan Pj. Rektor Prof. Jamaluddin dalam mengawal pembentukan senat baru dan menetapkan prosedur berdasarkan statuta harus bermuara pada lahirnya pemimpin yang lahir murni dari meritokrasi.
Indonesia dan Sulawesi Utara merindukan Unsrat yang kembali pada khittah Jaspersian: berdiri tegak di atas benteng kebenaran akademis, terbebas dari bayang-bayang politik uang dan intervensi kuasa, serta siap menjawab tantangan disrupsi zaman dengan kepala tegak.(*)
#coversongs: Lagu “Gaudeamus Igitur” diaransemen kembali oleh Radityo Prakoso bersama Maple Orchestra (featuring Christanto Hadijaya & The Pacemaker Choir).
Tercatat, pertama kali dirilis secara digital pada 28 Desember 2018 dan masuk dalam album/kompilasi Bunga Rampai Nusantara di platform musik digital).
Rekaman versi live-nya kemudian dirilis kembali di platform streaming utama (seperti Apple Music & Spotify) pada 3 April 2024.
Manado, 27 Oktober 2028
REINER EMYOT OINTOE
Alumnus Ferien Sommerkurs Sprach und Deutsche Literatur 1990, Universitas Otto Friedrich Bamberg Jerman dan dosen Fakultas Sastra Unsrat, Jurusan Bahasa dan Sastra Jerman 1986-2009 dan tak pernah dicatat dalam Ika Unsrat.








