Bukan Sekadar Renovasi, Korem 081/DSJ Sentuh Kebutuhan Disabilitas dan ABK di Ngawi

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat meletakkan batu pertama renovasi Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Rabu (23/9/2026). (foto: Arwang)

NGAWI, CAKRAWARTA.com – Kepedulian terhadap penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak cukup berhenti pada bantuan sesaat. Akses terhadap tempat yang layak sekaligus dokumen kependudukan juga menjadi bagian penting dari pemenuhan hak dasar anak.

Semangat itulah yang dibawa Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) melalui Karya Bakti TNI di Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi oleh Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Renovasi ini menjadi kelanjutan kepedulian Korem 081/DSJ setelah sebelumnya melakukan pembenahan di Panti Asuhan Kanzul Huda, Ponorogo.

Di Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah, pekerjaan difokuskan pada renovasi teras depan dan pembangunan kanopi. Secara fisik, pekerjaan tersebut memang terlihat sederhana. Namun bagi panti yang menaungi penyandang disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus, fasilitas yang lebih aman dan nyaman dapat menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

“Karya Bakti yang kita laksanakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan yang terjadi di wilayah masing-masing,” kata Kolonel Untoro usai kegiatan.

Namun, perhatian Korem 081/DSJ tidak berhenti pada persoalan fisik bangunan. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, TNI turut membantu proses pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak yang membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi penting karena akta kelahiran bukan sekadar dokumen administratif. Bagi anak, dokumen kependudukan merupakan salah satu pintu untuk memperoleh berbagai layanan dasar, termasuk pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan administrasi lainnya.

Dengan demikian, Karya Bakti TNI di Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah tidak hanya berbicara tentang memperbaiki teras atau memasang kanopi. Ada persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial tetap memiliki akses terhadap fasilitas yang layak sekaligus dokumen yang menjadi bagian dari hak mereka sebagai warga negara.

Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah sendiri merupakan yayasan sosial yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. Kelompok tersebut membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyentuh kebutuhan administrasi dan akses terhadap pelayanan dasar.

Danrem 081/DSJ berharap fasilitas yang diperbaiki dapat memberikan manfaat nyata bagi para pengurus maupun anak-anak panti dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara bantuan pengurusan akta kelahiran diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan publik.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan dan keamanan. Melalui Karya Bakti, TNI juga mengambil bagian dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Bagi anak-anak di Panti Asuhan Ngawi Al Munawwarah, sebuah teras yang lebih nyaman mungkin terlihat sederhana. Begitu pula selembar akta kelahiran. Namun, keduanya dapat memiliki arti penting: satu memberikan ruang yang lebih layak untuk menjalani keseharian, sementara yang lain menjadi pintu menuju pemenuhan hak-hak dasar sebagai warga negara.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi