Sunday, February 8, 2026
spot_img
HomeHukumUMKM Berbondong Datang, Sertifikasi Halal Jadi Magnet di NUConomic 2026

UMKM Berbondong Datang, Sertifikasi Halal Jadi Magnet di NUConomic 2026

Tim ISNU Jatim saat ditemui di STAN mereka di perhelatan Festival NUConomic 2026 di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/2/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mewarnai Festival NUConomic 2026 yang digelar di Kampung Coklat, Blitar, Jawa Timur, mulai Kamis (5/2/2016) hingga hari ini, Sabtu (7/2/2026) 2026. Salah satu magnet utama kegiatan tersebut adalah layanan edukasi dan konsultasi sertifikasi halal yang dibuka Lembaga Solusi Halal (LSH) Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur.

Sejak hari pertama pelaksanaan, gerai LSH ISNU Jawa Timur ramai didatangi pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Mereka memanfaatkan layanan konsultasi gratis untuk memperoleh informasi dan pendampingan terkait proses sertifikasi halal.

Dewan Pengawas LSH PW ISNU Jawa Timur, Siti Nur Husnul Yusmiati, mengatakan sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM, tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

“Minat pelaku UMKM cukup tinggi. Sertifikasi halal dipahami sebagai nilai tambah produk, terutama di tengah persaingan usaha yang semakin ketat,” ujar Siti di Blitar, Sabtu (6/2/2026).

Menurut dia, kehadiran LSH ISNU dalam Festival NUConomic 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap agenda penguatan ekonomi warga Nahdlatul Ulama (NU) yang diinisiasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam rangkaian peringatan Satu Abad NU.

LSH PW ISNU Jawa Timur yang berdiri sejak 2021 telah melakukan pendampingan sertifikasi halal terhadap sekitar 85.000 pelaku UMKM di Jawa Timur hingga 2025. Program tersebut melibatkan sedikitnya 560 sarjana NU yang berperan sebagai pendamping di berbagai daerah.

Siti menilai Festival NUConomic menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, pendamping, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem ekonomi yang inklusif. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.

“Festival ini bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan jejaring usaha warga NU,” katanya.

Penjaga gerai ISNU Jawa Timur, Fikri, menyebutkan bahwa dalam waktu kurang dari setengah hari, lebih dari 20 pelaku UMKM telah berkonsultasi mengenai sertifikasi halal. Mereka berasal dari beragam jenis usaha, mulai dari produk makanan ringan, madu, kopi, hingga beras.

Festival NUConomic 2026 menampilkan berbagai kegiatan, antara lain pameran produk pertanian, kehutanan, dan kelautan, pendampingan UMKM, business coaching, diskusi tematik, serta kompetisi bagi generasi muda NU.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur di sejumlah daerah, dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi warga serta memperkuat peran UMKM dalam pembangunan daerah.

Selain itu, NUConomic 2026 juga menghadirkan Festival GenZI-NU yang memuat beragam lomba keilmuan, pidato bahasa asing, hingga kompetisi kecerdasan buatan. Keterlibatan generasi muda ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pengembangan ekonomi umat berbasis inovasi dan nilai keislaman.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular