
TIMIKA, CAKRAWARTA.com – Ayah korban penembakan di kawasan Camp Wini MP 69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Pdt. Anton Wamang, menarik pernyataannya terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kematian putrinya, Nalince Wamang.
Pernyataan klarifikasi itu disampaikan Anton Wamang melalui rekaman video yang beredar di kalangan awak media di Timika, Sabtu (16/5/2025). Ia mengaku sebelumnya menyampaikan tudingan tersebut dalam kondisi terpukul dan emosional setelah kehilangan putrinya.
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Anton dengan suara bergetar.
Ia mengatakan, hingga kini pelaku penembakan belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Menurut dia, aparat TNI, Polri, dan pihak terkait masih mendalami kronologi kejadian untuk mengungkap fakta sebenarnya.
“Melalui kesempatan ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Anton juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya yang sempat menyebut keterlibatan oknum TNI. Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan objektif.
“Saya menarik kembali pernyataan saya beberapa hari lalu. Saya memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” ujarnya.
Meski demikian, keluarga korban tetap berharap pelaku penembakan dapat segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya,” tutur Anton.
Peristiwa penembakan yang menewaskan Nalince Wamang sebelumnya sempat memicu perhatian publik di Papua Tengah. Di tengah situasi duka yang masih menyelimuti keluarga korban, berbagai pihak diharapkan menahan diri dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.
Sementara itu, aparat keamanan menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan pelaku serta motif di balik insiden tersebut.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








