Tak Cukup dari Laporan, Danrem Erwin Sisir Gunung Lawu untuk Antisipasi Karhutla

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung dan jajaran saat menyusuri kawasan Gunung Lawu, Magetan, Senin (26/10/2026). (foto: Arwang)

MAGETAN, CAKRAWARTA.com – Mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Lawu tidak cukup hanya mengandalkan laporan. Pemetaan kondisi medan dan potensi kerawanan secara langsung menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

Langkah itu dilakukan Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung bersama staf dan para Dandim jajaran dengan menyusuri kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (26/10/2026). Mereka berjalan kaki melalui jalur pendakian Cemoro Sewu hingga mencapai Puncak Hargo Dumilah, yang berada di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Perjalanan untuk memantau kondisi kawasan tersebut berlangsung sekitar 12 jam, termasuk perjalanan kembali.

Pemantauan ini tidak sekadar untuk melihat kondisi terkini kawasan hutan Gunung Lawu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi Karhutla, terutama menghadapi potensi kebakaran yang dapat mengancam kawasan hutan saat musim kemarau.

Sebagai pejabat baru di lingkungan Korem 081/DSJ, Erwin menilai pemahaman langsung terhadap karakteristik medan dan kondisi wilayah merupakan bekal penting dalam menentukan langkah antisipasi maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Sebagai pejabat baru, tentunya saya ingin mendapatkan gambaran langsung tentang kondisi kawasan Gunung Lawu. Dengan begitu, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti Karhutla, kami dapat mengambil langkah-langkah penanganan secara cepat dan tepat,” katanya dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Menurut Erwin, penguasaan kondisi geografis dan karakteristik wilayah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas pencegahan dan penanganan Karhutla.

Dengan mengenali medan secara langsung, upaya antisipasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan efektif, terutama di kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Dari hasil pemantauan tersebut, Erwin menyebutkan bahwa saat ini tidak ditemukan lagi titik api di kawasan Gunung Lawu yang berada di wilayah Kabupaten Magetan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti kewaspadaan dapat diturunkan.

Kesiapsiagaan, kata dia, tetap perlu diperkuat melalui koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran sekaligus meminimalkan risiko apabila Karhutla kembali terjadi.

Selain menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan, Erwin juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Lawu.

Menurutnya, pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab aparat atau pihak tertentu, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita jaga alam, mari kita melestarikan alam. Kalau kita mau dan mampu melestarikan alam, maka alam juga akan menjaga kita,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi