Satukan Kekuatan Pasca Kongres, Achmad Donny: Yang Ada Adalah Satu PB SEMMI

Momen pelantikan PB SEMMI periode 2026-2029 di Novotel Jakarta Pulomas, Kamis (8/10/2026). (foto: Noble)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Kongres telah usai, kontestasi telah selesai. Kini, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) memasuki babak baru dengan agenda menyatukan kembali seluruh kekuatan organisasi.

Pesan tersebut menjadi salah satu warna utama pelantikan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026-2029 yang berlangsung di Novotel Jakarta Pulomas, Kamis (8/10/2026). Achmad Donny resmi dipercaya memimpin PB SEMMI untuk periode tiga tahun ke depan.

Bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, momentum pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya konsolidasi organisasi pasca kongres. Seluruh kandidat yang sebelumnya ikut dalam kontestasi Kongres PB SEMMI dirangkul dan diberikan ruang untuk bersama-sama membangun organisasi.

Langkah tersebut menunjukkan upaya kepengurusan baru untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas dinamika kompetisi. Setelah proses pemilihan berakhir, seluruh elemen diarahkan kembali pada satu tujuan: memperkuat PB SEMMI.

Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan, dinamika yang terjadi selama kongres harus ditutup dengan persatuan dan konsolidasi bersama.

“Kita sudah melewati proses kongres dan hari ini waktunya kita menyatukan kembali seluruh kekuatan yang ada. Seluruh kandidat kita rangkul, karena setelah kompetisi selesai, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada adalah satu PB SEMMI, satu gerakan, dan satu tanggung jawab untuk membawa organisasi ini lebih maju,” ujar Achmad Donny.

Menurutnya, konsolidasi tidak cukup berhenti pada penyatuan kekuatan di internal SEMMI. Persatuan juga perlu dibangun dengan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang memiliki latar belakang, tradisi, serta cara pandang berbeda.

Hal itu tercermin dari kehadiran sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan dalam pelantikan PB SEMMI, di antaranya GMNI, PII, PMKRI, KMHDI, HMI, LMND, Gemura, serta Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta.

Achmad Donny menilai keberagaman organisasi tersebut justru dapat menjadi modal penting dalam membangun persatuan gerakan mahasiswa.

“Kehadiran GMNI, PII, PMKRI, KMHDI, HMI, LMND, Gemura, Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta dan berbagai elemen lainnya menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan alasan untuk berhenti membangun persatuan. Kita boleh berbeda dalam cara pandang dan gerakan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan bangsa,” katanya.

Kehadiran berbagai elemen mahasiswa dan pemuda tersebut sekaligus membuka ruang silaturahmi dan dialog lintas organisasi. Bagi PB SEMMI, perbedaan identitas organisasi tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun agenda kebangsaan bersama.

Pelantikan PB SEMMI periode 2026–2029 sendiri mengusung tema “Menjaga Persatuan, Menyatukan Gerakan, Menguatkan Indonesia.” Tema tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan agenda organisasi selama tiga tahun ke depan.

Di balik agenda konsolidasi tersebut, terdapat pula pesan mengenai etika kepemimpinan organisasi. Kepengurusan baru PB SEMMI dilantik oleh Dr. H. Hamdan Zoelva selaku Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam.

Dalam pesannya, Hamdan Zoelva menekankan pentingnya etika dalam menjalankan organisasi. Kepemimpinan, menurut pesan tersebut, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sekaligus tetap menjaga marwah organisasi.

Pesan itu kemudian ditegaskan kembali oleh Achmad Donny. Ia mengatakan bahwa jabatan organisasi harus dipandang sebagai amanah, bukan semata-mata posisi.

“Pesan Ayahanda Hamdan Zoelva tentang pentingnya etika harus menjadi pegangan bagi seluruh pengurus. Jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Karena itu, kita harus menjaga sikap, menjaga marwah organisasi, dan memastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Dengan demikian, agenda kepengurusan baru PB SEMMI tidak hanya diarahkan pada penguatan struktur internal. Konsolidasi pascakongres, penguatan hubungan lintas organisasi mahasiswa dan kepemudaan, serta peneguhan etika kepemimpinan menjadi bagian penting dari babak baru organisasi tersebut.

Bagi Achmad Donny dan jajaran pengurus PB SEMMI periode 2026–2029, persatuan menjadi titik awal untuk membawa organisasi bergerak lebih jauh.

Kontestasi kongres telah berakhir. Kelompok-kelompok kompetisi diharapkan tidak lagi menjadi sekat. Yang kini dihadapi adalah tantangan yang lebih besar: bagaimana menjadikan organisasi mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan yang ikut menjawab persoalan bangsa.

Semangat “Menjaga Persatuan, Menyatukan Gerakan, Menguatkan Indonesia” pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan pelantikan, tetapi menjadi arah kerja PB SEMMI selama tiga tahun ke depan.(*)

Kontributor: Noble

Editor: Abdel Rafi