
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Di saat sebagian besar pelajar seusianya masih menapaki bangku sekolah menengah atas, Nursi Ayu Dwi Ullitasari justru telah melangkah lebih jauh. Siswa MAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya itu berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), bahkan sebelum genap berusia 16 tahun.
Nursi diterima di Program Studi D3 Perpajakan, Fakultas Vokasi Unair. Capaian ini menempatkannya sebagai salah satu peserta termuda yang berhasil menembus ketatnya seleksi berbasis prestasi tersebut.
Ia mengaku bersyukur sekaligus bahagia karena dapat meraih impiannya lebih cepat dibandingkan kebanyakan teman sebayanya. “Saya sangat senang bisa lolos di Unair, apalagi di usia yang masih muda. Jurusan ini saya pilih karena sesuai dengan potensi yang saya miliki,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Perjalanan Nursi menuju perguruan tinggi tidak berlangsung secara instan. Sejak awal, ia telah menempuh jalur pendidikan yang lebih cepat. Ia masuk sekolah dasar sebelum berusia enam tahun dan melanjutkan program akselerasi pada jenjang SMP dan SMA.
Dukungan keluarga dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Sejak kelas 10, ia diarahkan untuk mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi melalui berbagai program pembinaan.
Salah satu program yang diikutinya adalah daurah, yakni pembelajaran intensif pada malam hari yang difokuskan pada pendalaman materi serta latihan soal UTBK dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Program ini dijalani secara rutin setiap pukul 20.00 hingga 22.00.
“Saya berterima kasih kepada keluarga atas doa dan dukungannya. Dari sekolah juga ada pembinaan sejak awal, termasuk program belajar intensif yang sangat membantu,” kata Nursi.
Sejumlah prestasi akademik turut menguatkan langkahnya, di antaranya juara II Olimpiade Akuntansi dan juara III Olimpiade Ekonomi tingkat nasional.
Dalam kesehariannya, Nursi menerapkan pola belajar yang disiplin. Ia membiasakan diri merangkum materi serta belajar secara konsisten sebelum tidur dan menjelang subuh untuk memperkuat pemahaman.
Meski demikian, ia mengakui tantangan tetap ada, terutama dalam mengelola waktu dan menghadapi tekanan akademik. Namun, seluruh proses tersebut, menurut dia, menjadi bagian penting dari perjalanan meraih cita-cita.
“Kita semua sedang berproses menuju tujuan yang sama. Tetap semangat dan jangan pernah menyerah,” ujarnya, memberi pesan kepada para siswa yang tengah berjuang melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Capaian Nursi menunjukkan bahwa usia bukanlah batas untuk melangkah lebih cepat, selama diiringi dengan ketekunan, disiplin, dan dukungan lingkungan yang kuat.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



